Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang 3 Proyek Andalan PGEO Dapat Kucuran Asing US$477,87 Juta yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
3 Proyek Andalan PGEO Dapat Kucuran Asing US$477,87 Juta Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 740914, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260608100912-17-740914/3-proyek-andalan-pgeo-dapat-kucuran-asing-us-47787-juta’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 08 June 2026 10:40 Foto: dok Istimewa
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mendapatkan dukungan pendanaan internasional.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Dampak dari hal tersebut adalah dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Perseroan dan para pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Green Book 2026 yang secara resmi bernama Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2026 memuat proyek- proyek nasional yang berhasil mendapatkan komitmen pendanaan luar negeri yang dikoordinasikan Pemerintah Indonesia melalui berbagai mitra pembangunan internasional.
Daftar tersebut disusun berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep. akibat Selain membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang dapat mendukung percepatan realisasi proyek, pencapaian ini juga meningkatkan visibilitas dan daya tarik proyek-proyek Perseroan di mata calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan global.
“Kami optimistis penguatan fundamental bisnis, didukung portofolio proyek yang semakin matang, akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional,” tuturnya.
Ketiga proyek tersebut meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 (55 megawatt/MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 (55 MW), serta PLTP Lahendong Unit 7 – 8 (50 MW).
Dengan masuknya ketiga proyek ini ke dalam Green Book, pendanaan yang didapatkan diharapkan dapat membantu Perseroan mempertahankan cost of debt yang kompetitif sekaligus meningkatkan keekonomian proyek dalam jangka panjang.
“Selain membantu menjaga struktur pendanaan yang sehat dan mempertahankan cost of debt yang kompetitif, masuknya ketiga proyek ini juga berpotensi meningkatkan keekonomian proyek
PLTP Lumut Balai Unit 4 (target COD 2032) senilai US$148,97 juta dari JICA.
PPN/IIK/06/2026.
Sebelumnya, proyek-proyek tersebut telah masuk dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah Tahun 2025 – 2029 (Blue Book) Bappenas yang telah memenuhi berbagai aspek kesiapan teknis, finansial, lingkungan, dan kelembagaan yang dipersyaratkan.
Adapun ketiga proyek tersebut tercantum dalam skema on-lending melalui pembiayaan concessional loan yang menawarkan suku bunga lebih atraktif serta tenor yang lebih
panjang dibandingkan pembiayaan komersial.
Nilai total pinjaman yang tercantum dalam Green Book 2026 mencapai US$477,87 juta, antara lain, PLTP Lumut Balai Unit 3 (target COD 2030) senilai US$158,86 juta dari JICA.
Setelah beroperasi, proyek-proyek ini akan menambah
pasokan listrik rendah emisi dan memperkuat peran panas bumi dalam bauran energi nasional.
PLTP Lumut Balai Unit 3 dan PLTP Lumut Balai Unit 4 yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, akan memperluas pengembangan panas bumi PGE di wilayah Sumatera.
Kedua proyek tersebut juga telah memiliki Power Purchase Agreement (PPA) yang mendukung prospek pengembangannya ke depan, melalui PLTP Lumut Balai Unit 4 tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 202 – 2034.
Sementara itu, penambahan kapasitas produksi melalui PLTP Lahendong Unit 7 – 8 serta Binary Unit di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, akan, meningkatkan kontribusi PGE terhadap pemenuhan kebutuhan listrik Sulawesi Utara dari 30 persen menjadi 35 –
40 persen dari total kebutuhan listrik.
Sejalan dengan pengembangan tersebut, sebagai world leading geothermal producer, PGE terus berfokus pada pertumbuhan jangka panjang melalui tiga strategi utama, yaitu
optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru.
“Kami meyakini bahwa setiap pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan energi rendah karbon, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekonomi lokal, dan penguatan ekosistem industri dalam negeri,” tutupnya.
(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260416112700-19-727239/video-gak-cuma-pembangkit-pge-incar-3-proyek-turunan-geothermal”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/727239?comscore=off”,”time”:484,”title”:”Video: Gak Cuma Pembangkit, PGE Incar 3 Proyek Turunan Geothermal”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/16/gak-cuma-pembangkit-geothermal-pge-incar-3-proyek-turunan-panas-bumi-1776315358267_169.png”}]’); Next Article Pendapatan Tembus US$116,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026
Dan PLTP Lahendong Unit 7 – 8 (target COD 2030) senilai US$170,04 juta dari World Bank
Ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari roadmap PGE untuk mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 gigawatt(GW).
Dukungan tersebut diperoleh setelah tiga proyek PGEO masuk ke dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas).
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih dan tantangan ketahanan energi global, masuknya proyek-proyek PGEO ke dalam Green Book 2026 Bappenas menjadi pengakuan atas kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya.
“Kami melihat kinerja positif yang dibukukan Perseroan semakin memperkuat kepercayaan berbagai investor terhadap prospek bisnis dan pengembangan proyek-proyek PGE,” ujarnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/6/2026).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Pendapatan Tembus US$116,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, PGEO mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 40% yakni US$43,90 juta, dibandingkan US$31,35 juta pada periode
yang sama tahun sebelumnya (YoY).
Perseroan juga membukukan pendapatan sebesar US$116,56 juta atau meningkat 14,8 persen dibandingkan US$101,507 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada 2025, PGE mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) melalui total produksi mencapai 5.095 gigawatt hour (GWh), meningkat 5,55% dibandingkan 4.827 GWh pada 2024.
Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I-2026, ketika produksi listrik meningkat 15,22 persen (YoY) menjadi 1.370 GWh.
Menurutnya, capaian ini mencerminkan kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya.
Analisis mendalam tentang 3 Proyek Andalan PGEO Dapat Kucuran Asing US$477,87 Juta akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
