Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa Efek Indonesia Turun Gunung Cari Investor Baru yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Dia menegaskan tanpa likuiditas yang memadai, pasar modal Indonesia berisiko kehilangan relevansinya di mata investor institusional global.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Pandu menjelaskan, volatilitas bukanlah persoalan utama bagi investor besar.
Langkah tersebut dilakukan melalui memperkenalkan perusahaan-perusahaan tercatat kepada investor domestik, baik institusi maupun ritel.
Saat ditanya tentang koordinasi asuransi dan dana pensiun sebagai shock absorber, PJS Direktur Utama (Dirut) BEI Jeffrey Hendrik menegaskan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan berbagai kelompok investor, termasuk investor institusi domestik.
“Kami berkomunikasi terus dengan seluruh investor, baik investor institusi domestik dan bahkan investor global,” tambah Jeffrey.
Baca: Heboh Isu MSCI Turunkan RI ke Frontier Market, BEI: Informasi Salah
Sebelumnya Chief Investment Officer (CIO) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir likuiditas merupakan faktor paling krusial agar pasar saham Indonesia tetap menarik bagi investor besar atau big money.
Dampak dari hal tersebut adalah bisa menarik dari sisi investor,” tutur Nyoman kepada waartawan, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (4/6/2026).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Di dalam negeri, BEI juga akan memperluas sosialisasi pasar modal ke berbagai daerah. akibat Kegiatan tersebut akan menyasar investor domestik maupun investor globa
“Kami sudah bertemu dengan beberapa stock exchanges di luaruntuk kita bisa kerjasama termasuk dari sisi brokerage firm asing.Untuk kita bisa bring listed companies ke mereka dan bisa memperkenalkan
Bursa Efek Indonesia Turun Gunung Cari Investor Baru Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 740224, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260604171649-17-740224/bursa-efek-indonesia-turun-gunung-cari-investor-baru’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 04 June 2026 18:50 Foto: PJS Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (4/6/2026).
(CNBC Indonesia/Mentari Puspadini)
Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) secara proaktif mengajak investor institusi hingga investor global untuk menempatkan dananya di Indeks Harga Saham gabungan (IHSG), guna menekan laju indeks yang tengah turun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan pihaknya telah menyiapkan program roadshow untuk memperkuat sisi permintaan (demand side) di pasar modal.
Justru yang menjadi perhatian serius adalah kemampuan pasar dalam menampung dana berukuran besar serta kemudahan keluar-masuk investasi tanpa mengganggu harga.
“Volatilitas itu buat investor justru peluang.
Dampak dari hal tersebut adalah meningkatkan risiko dan biaya investasi.
“Kalau market mengecil, kami bisa butuh waktu 3-4 bulan hanya untuk keluar dari satu posisi agar tidak mengganggu harga pasar,” kata Pandu.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260604110445-19-740040/video-ihsg-anjlok-parah-sentuh-level-5600″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/740040?comscore=off”,”time”:165,”title”:”Video: IHSG Anjlok Parah, Sentuh Level 5.600″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/04/ihsg-anjlok-parah-sentuh-level-5600-1780545981776_169.png”}]’); Next Article Optimis Pasar Modal Tumbuh, Pengamat Sambut Positif Langkah OJK akibat Ketika pasar semakin sempit, proses masuk dan keluar dari suatu saham bisa memakan waktu berbulan-bulan,
Faktor penyebabnya adalah likuiditasnya menurun,” ujar Pandu.
Menurutnya, bagi investor institusi dengan dana jumbo, likuiditas menentukan keputusan alokasi aset. yang mengakibatkan Yang saya khawatirkan adalah kalau Indonesia menjadi tidak relevan di pasar modal global
Analisis mendalam tentang Bursa Efek Indonesia Turun Gunung Cari Investor Baru akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
