Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Indeks S&P 500 turun 0,74% menjadi 7.553,68, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi terkoreksi 0,89% ke posisi 26.853,98.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan konflik Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Dampak dari hal tersebut adalah memicu kekhawatiran pasar terhadap kenaikan biaya energi dan tekanan inflasi global.

Ketegangan terbaru terjadi setelah Bandara Internasional Kuwait dilaporkan menjadi sasaran serangan Iran pada Rabu dini hari. akibat Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 739966, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260604081019-17-739966/bursa-asia-rontok-pagi-ini-mengekor-wall-street’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 04 June 2026 08:20 Foto: REUTERS/Androniki Christodoulou

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026), mengikuti penurunan Wall Street di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Melansir CNBC, kondisi tersebut turut mendorong harga minyak tetap tinggi

Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,5%, sementara Nasdaq 100 futures melemah 0,6%, sedangkan Dow Jones Industrial Average futures bergerak relatif datar melalui kecenderungan menguat tipis.

Pada perdagangan Rabu waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 620,72 poin atau 1,21% ke level 50.687,07.

Lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik dinilai dapat memperumit upaya bank sentral dalam menjaga inflasi tetap terkendali.

 

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260603133312-19-739757/video-rupiah-dekati-level-rp-18000-per-usd-ihsg-terus-melemah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/739757?comscore=off”,”time”:336,”title”:”Video: Rupiah Dekati Level Rp 18.000 per USD & IHSG Terus Melemah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/03/ihsg-anjlok-ke-5800-an-rupiah-dekati-level-rp-18000-per-usd-1780470721373_169.png”}]’); Next Article Tak Banyak Sentimen Positif, IHSG Masih Bergerak di Zona Merah

Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru menguat lebih dari 2%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,4% setelah mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya.

Insiden itu terjadi sehari setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menggagalkan sejumlah rudal balistik dan drone Iran serta melancarkan serangan balasan yang disebut sebagai aksi pertahanan diri di Pulau Qeshm, Teluk Persia.

Situasi semakin memanas setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Israel dan AS siap kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila diperlukan.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 2% dan ditutup di level US$96,02 per barel pada Rabu, sementara minyak mentah Brent naik hampir 2% ke posisi US$97,81 per barel.

Di kawasan Asia, indeks Kospi Korea Selatan koreksi 2% saat perdagangan kembali dibuka setelah libur.

Dalam wawancara eksklusif melalui CNBC, Netanyahu memperingatkan bahwa Iran sedang “bermain api” dan harus mempertimbangkan kesiapan militer kedua negara tersebut.

Meningkatnya risiko konflik di Timur Tengah mendorong reli harga minyak dunia.

Sementara itu, indeks Topix melemah 0,91% seiring aksi ambil untung investor di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pasar Australia juga bergerak di zona merah melalui indeks S&P/ASX 200 turun 0,84%.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.312, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks acuan tersebut yang berada di 25.633,21.

Baca: Net Sell Asing Nyaris Rp1 T Kemarin, Saham Konglo Jadi Sasaran

Sentimen negatif juga tercermin pada perdagangan berjangka di AS.

Analisis mendalam tentang Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *