Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
BMRI pun menutup perdagangan melalui kenaikan 2,43%.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Selain itu, asing juga ramai melepas PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp226,2 miliar. Cerita yang sama juga terjadi di AMMN.
Artinya, penguatan saat ini masih lebih mencerminkan rebound teknikal dibandingkan pembalikan arah tren secara penuh.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260513150559-19-734754/video-misbakhun-rebalancing-msci-jadi-obat-pahit-penguatan-bursa”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/734754?comscore=off”,”time”:673,”title”:”Video: Misbakhun: Rebalancing MSCI Jadi Obat "Pahit" Penguatan Bursa”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/13/misbakhun-rebalancing-msci-jadi-obat-pahit-penguatan-bursa-saham-ri-1778660079793_169.png”}]’); Next Article IHSG Anjlok Tajam, Analis Khawatir Tekanan Belum Berakhir
Pasalnya investor domestik enggan menampung saham Prajogo di harga atas.
Di sisi lain, saham-saham bank jumbo tetap menjadi penopang utama indeks.
Sebanyak 470 saham menguat, 236 melemah, dan 114 bergerak stagnan.
Padahal, berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan net sell mencapai Rp2,22 triliun di seluruh pasar.
Nilai jual asing tercatat Rp7,53 triliun, lebih besar dibandingkan nilai belinya sebesar Rp5,31 triliun.
Tekanan jual asing terjadi di tengah sentimen rebalancing indeks MSCI dan pelemahan rupiah yang masih membayangi aset-aset emerging market, termasuk Indonesia.
Namun menariknya, derasnya arus keluar dana asing tidak membuat IHSG tumbang.
Faktor penyebabnya adalah pola lower high dan lower low masih mendominasi pergerakan indeks. yang mengakibatkan Dalam beberapa sesi terakhir, indeks mulai bergerak lebih stabil dan mencoba membentuk area konsolidasi baru di kisaran 6.000-6.300.
Meski demikian, tren jangka menengah IHSG masih cenderung bearish
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 737951, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260525213700-17-737951/kenapa-asing-net-sell-rp-21-t-tapi-ihsg-tetap-hijau’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 26 May 2026 07:25 Foto: Ilustrasi orang berdoa melalui latar belakang Bursa Saham Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin (25/5/2026), meski investor asing kembali melakukan aksi jual jumbo di pasar saham domestik.
IHSG ditutup naik 44,30 poin atau 0,72% ke level 6.206,35.
Aksi jual investor global justru langsung diserap oleh pelaku domestik, terutama di saham-saham big caps dan saham konglomerasi.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham melalui net sell asing terbesar mencapai Rp248,6 miliar. Di sisi lain BMRI menjadi saham paling banyak diserap investor domestik di harga atas.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan BMRI tercatat menjadi penggerak terbesar penguatan IHSG.
BBRI bahkan menjadi saham melalui net buy asing terbesar mencapai Rp114,2 miliar, disusul PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp112,2 miliar dan BBCA Rp64,6 miliar.
Sementara itu, secara teknikal, IHSG juga mulai menunjukkan indikasi meredanya tekanan jual setelah sebelumnya terkoreksi sangat dalam dari area puncak 9.100-an hingga sempat menyentuh area 5.900.
Investor domestik menyerap buangan asing dan mengerek saham emiten terafiliasi Salim tersebut sebesar 8,62%.
Tekanan juga terlihat pada sejumlah saham Grup Prajogo Pangestu seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), hingga PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Baca: Harga Saham Anjlok 87%, Investor DSSA Gigit Jari
Akan tetapi tekanan jual asing di emiten Prajogo membuat harga saham-saham tersebut ambruk.
Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau?
Analisis mendalam tentang Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
