Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Purbaya Suruh Cepat Buang Dolar, Sebenarnya Kenapa Rupiah Melemah? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Dalam beleid tersebut, eksportir diwajibkan menempatkan 100% devisa hasil ekspor di perbankan nasional.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Khusus sektor migas, eksportir wajib menahan 30% DHE selama tiga bulan.
Purbaya mengatakan pemerintah baru saja menjual global bond senilai US$3,4 miliar.
Dampak dari hal tersebut adalah menopang penguatan rupiah. akibat Sementara untuk sektor nonmigas, retensi diwajibkan sebesar 100% selama 12 bulan di rekening khusus.
Baca: Purbaya Blak-Blakan: dari Ide Lahirnya Badan Ekspor – Rupiah Rp15.000
Menurut Purbaya, kebijakan itu akan membuat pasokan dolar di dalam negeri meningkat signifikan
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 737351, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260523121924-17-737351/purbaya-suruh-cepat-buang-dolar-sebenarnya-kenapa-rupiah-melemah’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Thea Arbar, CNBC Indonesia 23 May 2026 13:30 Foto: Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026).
Dampak dari hal tersebut adalah kita bisa lakukan pemenuhan,” kata Aida.
Baca: Beda Nasib: Rupiah Ditinggalkan, Bank Global Pilih Mata Uang Asia Ini
(dce) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260518114049-19-735517/video-rupiah-melemah-parah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735517?comscore=off”,”time”:912,”title”:”Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/18/rupiah-melemah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan-1779079580878_169.png”}]’); Next Article DHE Wajib Parkir di Bank BUMN, Rupiah Bisa Menguat ke Rp16.800/US$ akibat Transaksi modal sedang mengalami penurunan dan harus menarik arus modal asing masuk ke Indonesia,
“Kalau kata Presiden selama Purbaya senyum ekonomi bagus nih, senyum terus nih!” katanya disambut tepuk tangan peserta acara.
Cara Sederhana Memahami Alasan Rupiah Melemah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang masih berada dalam tekanan.
(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat dan pelaku pasar valuta asing untuk segera melepas kepemilikan dolar Amerika Serikat (AS).
Kita akan dorong rupiah ke Rp15.000 per dolar AS,” ujar Purbaya.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Ia bahkan kembali menegaskan pesannya kepada masyarakat yang masih menyimpan greenback.
Faktor penyebabnya adalah permintaan dolar AS jauh lebih besar dibandingkan pasokannya di pasar domestik.
“Dia mengalami pelemahan karena yang ditawarkan untuk US dollar lebih sedikit dari yang minta, itu gampangnya,” kata Aida dalam acara Jogjakarta Financial Festival di JEC.
Baca: Ekonomi RI Ibarat Secangkir Kopi, Cerminan Daya Beli Sampai Inflasi
Menurut Aida, kondisi tersebut tercermin dari transaksi berjalan Indonesia yang kembali mengalami defisit pada awal tahun ini.
Defisit transaksi berjalan tercatat mencapai US$4 miliar atau sekitar Rp70,8 triliun (asumsi kurs Rp17.700/US$) pada kuartal I-2026. yang mengakibatkan Bahkan, mata uang Garuda sempat menyentuh level Rp17.725 per dolar AS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman menjelaskan, pelemahan rupiah saat ini terjadi
Nilai itu setara 1,1% terhadap produk domestik bruto (PDB), meningkat dibandingkan kuartal IV-2025 sebesar US$2,5 miliar atau sekitar Rp44,25 triliun, setara 0,7% dari PDB.
“Transaksi berjalan kita artinya defisit, artinya kita netnya mengalami banyak bayar daripada nerima, ini yang menjadi permasalahan,” tegasnya.
Untuk mengatasi persoalan itu, Aida mengatakan pemerintah dan BI telah menyiapkan sejumlah langkah guna memperbesar pasokan dolar di dalam negeri.
Salah satunya melalui pembentukan BUMN ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI.
“Presiden akan buat suatu badan untuk pastikan penerimaan ekspor lebih baik dan makin optimal,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah dan BI juga terus berupaya menarik arus modal asing masuk ke Indonesia agar suplai dolar kembali meningkat dan mampu menopang stabilitas rupiah.
“Dan untuk menutup transaksi berjalan tadi, ada transaksi modal.
“Jadi saya ulangi lagi kalau punya dolar jual sekarang,” katanya.
Meski demikian, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan di pasar: bila pemerintah begitu yakin rupiah akan menguat, mengapa mata uang Garuda belakangan masih bergerak melemah?
Purbaya menjelaskan, pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi faktor sementara, sedangkan fundamental pasokan devisa diyakini akan membaik mulai Juni 2026.
Kalau itu masuk ke sini itu akan tambah supply dolar ke kita, jadi saya tekankan lagi rupiah akan menguat,” ujar Purbaya.
Ia pun meminta masyarakat tidak panik menghadapi fluktuasi rupiah saat ini.
Nilai tersebut terdiri dari obligasi dolar AS sebesar US$2 miliar serta obligasi euro senilai 1,25 miliar euro.
“Kita jual US$3,4 miliar, artinya US$2 miliar dalam bond, 1,25 miliar euro.
Ia optimistis nilai tukar rupiah akan menguat hingga menyentuh level Rp15.000 per dolar AS dalam waktu dekat.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya di acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC), Jumat (21/5/2026), di tengah kondisi rupiah yang masih berada dalam tekanan.
“Saya bilang pemain valas cepat-cepat buang dolarnya.
Purbaya Suruh Cepat Buang Dolar, Sebenarnya Kenapa Rupiah Melemah?
Salah satu pendorong utamanya ialah implementasi aturan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).
Aturan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 yang mulai berlaku 1 Juni 2026.
“Keputusan pemerintah menjalankan aturan DHE ini langkah yang baik dan tepat,” ujarnya.
Selain mengandalkan DHE SDA, pemerintah juga mengerek suplai dolar lewat penerbitan surat utang global.
Analisis mendalam tentang Purbaya Suruh Cepat Buang Dolar, Sebenarnya Kenapa Rupiah Melemah? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
