Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Alarm Ekonomi Jepang! Inflasi Inti Anjlok, BOJ Bisa Tahan Suku Bunga yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Indeks Nikkei 225 dibuka naik sekitar 0,96% setelah data dirilis, sementara nilai tukar yen sedikit melemah ke level 159,03 per dolar AS.

Pada pertemuan April lalu, BOJ sebenarnya telah menaikkan proyeksi inflasi inti menjadi 2,8% dari sebelumnya 1,9%.

Inflasi Inti Anjlok, BOJ Bisa Tahan Suku Bunga Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 736889, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260522074817-17-736889/alarm-ekonomi-jepang-inflasi-inti-anjlok-boj-bisa-tahan-suku-bunga’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef,  CNBC Indonesia 22 May 2026 08:30 Foto: Bendera Jepang.

Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia – Inflasi inti Jepang melambat lebih dalam dari perkiraan pada April 2026 dan menyentuh level terendah dalam lebih dari empat tahun terakhir.

Pemerintah Jepang dilaporkan telah menghabiskan sekitar 10 triliun yen untuk intervensi pasar valuta asing pada akhir April hingga awal Mei demi menopang mata uang domestik.

Yen yang lemah membuat biaya impor semakin mahal dan mengurangi daya beli konsumen Jepang.

Perlambatan tersebut menunjukkan tekanan harga domestik mulai melemah.

Penurunan harga energi menjadi salah satu faktor utama yang menekan inflasi Jepang.

Namun di sisi lain, pelemahan yen membantu sektor ekspor Jepang tetap kuat.

Ekonomi Jepang tercatat tumbuh 2,1% secara tahunan pada kuartal I-2026, lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Bank sentral Jepang saat itu memperkirakan kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah akan mendorong tekanan harga lebih tinggi.

Pemerintah Jepang juga mulai mempertimbangkan langkah tambahan untuk menahan lonjakan biaya energi.

Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi dikabarkan membuka peluang penyusunan anggaran tambahan guna membantu masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup.

Media publik NHK melaporkan anggota oposisi Jepang mengusulkan paket stimulus sebesar 3 triliun yen atau sekitar US$18,8 miliar.

Harga energi turun 3,9% pada April setelah sebelumnya anjlok 5,7% pada Maret di tengah dampak perang Iran terhadap pasar global.

Meski inflasi melandai, pasar saham Jepang justru menguat.

Ini menjadi bulan keempat berturut-turut inflasi berada di bawah target BOJ sebesar 2%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Pilihan Redaksi

  • Krisis Ekonomi Memburuk: Warga Berebut Ayam-Telur, Antrean BBM Ngular
  • Warning dari AS, Pasar Obligasi Masuk Zona Bahaya-Investor Waspada
  • Arab Buat Alternatif Baru Selat Hormuz, Hampir Kelar 50%
  • Rusia Menuju Kekalahan di Ukraina, Xi Jinping Paham-Trump Belum Sadar

Sementara itu, inflasi “core-core” yang menjadi perhatian utama BOJ, yakni inflasi di luar makanan dan energi, turun menjadi 1,9% dari sebelumnya 2,4%.

Dampak dari hal tersebut adalah sebagian analis menilai peluang kenaikan suku bunga BOJ masih terbuka dalam beberapa bulan mendatang.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260428131354-19-730557/video-dibayangi-risiko-stagflasibank-sentral-jepang-tahan-suku-bunga”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/730557?comscore=off”,”time”:61,”title”:”Video: Dibayangi Risiko Stagflasi,Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/28/risiko-stagflasi-membayangi-bank-sentral-jepang-tahan-suku-bunga-1777360342683_169.png”}]’); Next Article Asia Menguat Jelang Akhir Pekan, Wall Street Cetak Rekor Baru akibat Pertumbuhan tersebut didorong kuatnya ekspor

Kondisi ini dinilai dapat melemahkan peluang kenaikan suku bunga lebih cepat oleh bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ).

Data pemerintah Jepang menunjukkan inflasi inti, yang tidak memasukkan harga makanan segar, tercatat sebesar 1,4% pada April.

Paket itu mencakup perpanjangan subsidi bahan bakar serta bantuan tagihan listrik.

Jepang juga masih menghadapi tekanan akibat pelemahan yen.

Angka itu lebih rendah dibanding ekspektasi ekonom sebesar 1,7% dan turun dari posisi 1,8% pada Maret.

Inflasi utama Jepang juga tercatat melandai menjadi 1,4% dari sebelumnya 1,5%.

Analisis mendalam tentang Alarm Ekonomi Jepang! Inflasi Inti Anjlok, BOJ Bisa Tahan Suku Bunga akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *