Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Merah Sendirian di Asia, Saham Prajogo Babak Belur yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Kalau itu terjadi, margin dan fleksibilitas bisnis emiten bisa tertekan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Ini yang membuat market langsung memberi discount terhadap saham batu bara,” papar Elandry saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (20/5/2026).
Ia menyebut investor asing biasanya sangat sensitif terhadap regulatory uncertainty.
Dalam jangka pendek, hal itu bisa membuat investor memilih wait and see atau bahkan mengurangi exposure di saham tambang,” tukas Elandry.
Namun, jika implementasinya hanya sebatas penguatan koordinasi ekspor, perluasan pasar, dan optimalisasi devisa tanpa mengganggu pricing mechanism emiten, dampaknya bisa lebih terbatas.
“Jadi menurut saya, pasar saat ini bukan takut pada badan ekspornya, tetapi takut pada potensi intervensi lanjutan yang dapat mengurangi profitabilitas dan kepastian usaha emiten tambang ke depan,” tutur Elandry.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan BUMN khusus ekspor untuk komoditas batu bara, kelapa sawit, hingga fero alloy.
Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kebijakan tersebut bertujuan memperbaiki tata kelola ekspor sekaligus menutup celah praktik under-invoicing, under-pricing, hingga transfer pricing.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260513132725-19-734708/video-msci-depak-18-sahampelaku-pasar-yakin-ri-tetap-emerging-market”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/734708?comscore=off”,”time”:643,”title”:”Video: MSCI Depak 18 Saham,Pelaku Pasar Yakin RI Tetap Emerging Market”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/13/msci-depak-18-saham-ri-bos-sekuritas-yakin-ri-bertahan-di-emerging-market-1778654370942_169.png”}]’); Next Article Breaking News!
IHSG Merah Sendirian di Asia, Saham Prajogo Babak Belur Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 736655, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260521122335-17-736655/ihsg-merah-sendirian-di-asia-saham-prajogo-babak-belur’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 21 May 2026 12:38 Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026).
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp9,77 triliun melalui volume perdagangan 18,85 miliar saham dalam 1,27 juta kali transaksi.
Padahal pada awal perdagangan indeks sempat dibuka menguat dan menyentuh level tertinggi harian di 6.378,81.
Sebanyak 633 saham terkoreksi, hanya 126 saham yang menguat, sementara 200 saham bergerak stagnan.
Sementara Barito Renewables Energy (BREN) turun 10,75%, Barito Pacific (BRPT) anjlok 12,5%, Petrosea (PTRO) melemah 11,5%, serta Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) turun 9,32%.
Sentimen tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi keluarnya dana asing pasif (passive fund outflow), mengingat banyak fund global menjadikan indeks MSCI sebagai acuan investasi.
Selain faktor MSCI, pasar juga masih merespons keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.
Kenaikan suku bunga yang agresif membuat investor cenderung keluar dari saham-saham melalui valuasi mahal dan pergerakan volatil, terutama saham-saham yang sebelumnya sudah mengalami reli sangat tinggi.
Sementara itu, pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan IHSG juga mengalami tekanan sebagai respons dari rencana badan ekspor komoditas.
Muncul kekhawatiran adanya perluasan intervensi negara terhadap sektor tambang, khususnya batu bara yang sebelumnya sudah terbebani DMO.
Baca: IHSG Ambrol Dikaitkan BUMN Ekspor, Purbaya Buka Suara
Bagi investor, kata dia, masalah utamanya bukan sekadar badan baru, tetapi risiko bertambahnya kontrol terhadap harga, volume ekspor, hingga mekanisme penjualan.
Kapitalisasi pasar pun anjlok menjadi Rp 10.618 triliun.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Berbeda melalui Indonesia, mayoritas bursa Asia justru bergerak menguat.
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada akhir sesi I perdagangan Kamis (21/5/2026), terseret aksi jual besar-besaran di saham-saham energi, utilitas, hingga bahan baku.
Per pukul 12.00 WIB, IHSG ditutup merosot 2,76% atau turun 174,14 poin ke level 6.144,36.
Indeks Kospi Korea Selatan melesat 8,07%, Nikkei Jepang naik 3,58%, Taiwan menguat 3,77%, dan ASX 200 Australia bertambah 1,67%.
Sementara itu, Hang Seng Hong Kong terkoreksi tipis 0,03%, Shanghai Composite turun 0,09%, dan indeks Malaysia melemah 0,04%.
Adapun tekanan terbesar IHSG berasal dari sektor utilitas yang anjlok 8,70%, disusul bahan baku turun 6,53%, energi melemah 5,44%, serta konsumer nonprimer terkoreksi 3,22%.
Menariknya, sektor keuangan yang sebelumnya masih bertahan di zona hijau ikut berbalik melemah 0,69% pada akhir sesi I.
Aksi jual besar masih terkonsentrasi pada saham-saham grup Prajogo Pangestu setelah pasar merespons keluarnya sejumlah emiten grup tersebut dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) ambles 14,66% ke level 2.270 dan masuk jajaran top losers bursa.
Faktor penyebabnya adalah cash flow besar, dividen tinggi, dan mekanisme pasar yang relatif jelas.
Oleh karena itu, ketika muncul potensi tambahan intervensi, risk premium otomatis naik dan valuasi bisa tertekan walaupun laba emiten masih kuat.
“Saya melihat sentimen ini juga berbahaya jika menimbulkan persepsi bahwa pemerintah terlalu agresif masuk ke mekanisme bisnis komoditas. yang mengakibatkan Belum lagi, sektor batu bara Indonesia selama ini menarik
Analisis mendalam tentang IHSG Merah Sendirian di Asia, Saham Prajogo Babak Belur akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
