Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking News! IHSG Anjlok 1,43% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor penyebabnya adalah disampaikan saat rupiah masih berada dalam tekanan berat terhadap dolar Amerika Serikat.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Dari sisi pertumbuhan, pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,8%-6,5% pada 2027. yang mengakibatkan Asumsi ini menjadi perhatian
Dokumen ini akan menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027.
Untuk nilai tukar, pemerintah menargetkan rupiah berada di kisaran Rp16.800-Rp17.500/US$ pada 2027.
IHSG Anjlok 1,43% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 736585, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260521092649-17-736585/breaking-news-ihsg-anjlok-143’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 21 May 2026 09:30 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik anjlok pada perdagangan Kamis pagi (21/5/2026), setelah sempat dibuka menguat di awal sesi.
PerΒ pukul 09.26 WIB, IHSG ambles 1,43% atau turun 90,40 poin ke level 6.228,10.
IHSG Dibuka Anjlok 1,35% Jelang Keputusan Suku Bunga BI
Sementara inflasi ditargetkan berada di kisaran 1,5%-3,5%.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260520142805-19-736382/video-mengejutkan-bi-naikkan-suku-bunga-acuan-50-bps-jadi-525″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/736382?comscore=off”,”time”:656,”title”:”Video: Mengejutkan!
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,83 triliun melalui volume perdagangan 6,04 miliar saham dalam 392.200 kali transaksi.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Tekanan di pasar saham domestik terjadi di tengah respons investor terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19-20 Mei 2026.
Sejalan dengan keputusan tersebut, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,25% dan Lending Facility menjadi 6,00%.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, kenaikan suku bunga dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik Timur Tengah serta menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran bank sentral.
“Berdasarkan asesmen menyeluruh ekonomi global dan risiko yang kami sampaikan, Rapat Dewan Gubernur pada 19-20 Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate 50 basis poin menjadi 5,25%,” ujar Perry, Rabu (20/5/2026).
Pelaku pasar juga mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto terkait rancangan awal APBN 2027 yang menargetkan defisit fiskal tetap dijaga rendah di kisaran 1,8%-2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Baca: Rekomendasi Saham Hari Ini: PTBA, ASII hingga MYOR Layak Dicermati
Di sisi lain, investor masih menunggu arah kebijakan moneter global, terutama risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang akan menjadi petunjuk arah suku bunga Amerika Serikat ke depan.
Postur fiskal tahun depan dirancang dengan belanja negara yang lebih efisien dan produktif.
BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps Jadi 5,25%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/20/mengejutkan-bi-naikkan-suku-bunga-acuan-50-bps-jadi-525-1779262211664_169.png”}]’); Next Article Breaking!
Pelemahan terjadi setelah indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.378,81.
Sebanyak 418 saham terkoreksi, 193 saham menguat, dan 348 bergerak stagnan.
Belanja negara ditargetkan berada di kisaran 13,62%-14,8% PDB, sementara pendapatan negara akan dioptimalkan pada kisaran 11,82%-12,40% PDB.
“Kita akan berjuang terus menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Prabowo saat pidato di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Selain defisit, Prabowo juga menyampaikan sejumlah asumsi makro dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM PPKF 2027.
Analisis mendalam tentang Breaking News! IHSG Anjlok 1,43% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
