NIlai Tukar Rupiah Terendah Sepanjang Masa, Dolar AS Kini Rp17.640

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang NIlai Tukar Rupiah Terendah Sepanjang Masa, Dolar AS Kini Rp17.640 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari faktor global, tetapi juga dari sentimen pasar keuangan domestik.

Salah satu tekanan utama berasal dari kekhawatiran pasar terhadap perubahan komposisi indeks MSCI.

Faktor penyebabnya adalah dapat membuat bobot Indonesia di indeks emerging market menyusut.

Menurut ekonom DBS Radhika Rao, bobot Indonesia di indeks emerging market diperkirakan turun menjadi sekitar 0,5-0,6%, dari sebelumnya hampir 0,8%.

“Porsi Indonesia yang lebih rendah ini akan mendorong investor untuk menyesuaikan kembali portofolio mereka, sehingga berpotensi memicu tambahan arus keluar asing dalam skala moderat,” tulis Radhika Rao dalam riset Indonesia markets: MSCI rebalances index, slippery rupiah, dikutip Senin (18/5/2026).

Investor global yang mengikuti indeks MSCI berpotensi menyesuaikan kembali portofolio mereka. yang mengakibatkan Dalam review Mei 2026, MSCI resmi mengeluarkan enam saham Indonesia dari Global Standard Index.

Penghapusan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar

Faktor penyebabnya adalah aliran dana asing ke pasar saham belum cukup kuat.

Selain faktor pasar keuangan, pelemahan rupiah juga tidak bisa dilepaskan dari persepsi investor terhadap kebijakan fiskal.

Pasar mencermati arah belanja pemerintah, kualitas penggunaan anggaran, serta kemampuan menjaga defisit tetap kredibel. yang mengakibatkan Pada akhirnya, permintaan terhadap rupiah ikut melemah

Dalam kondisi tekanan eksternal yang masih tinggi, kredibilitas fiskal menjadi salah satu faktor penting yang ikut memengaruhi kepercayaan investor terhadap aset rupiah.

Dalam tulisan Ezaridho Ibnutama, pelemahan rupiah tidak semata-mata bisa dibaca sebagai persoalan moneter.

Faktor penyebabnya adalah ketika rupiah melemah, beban kewajiban dalam dolar AS juga ikut meningkat. yang mengakibatkan Nilai tukar juga mencerminkan penilaian pasar terhadap perilaku fiskal pemerintah.

“Nilai tukar, dalam jangka panjang, adalah vonis atas perilaku fiskal pemerintah,” tulis Ezaridho, dikutip Senin (18/5/2026).

Poin ini menjadi penting

NIlai Tukar Rupiah Terendah Sepanjang Masa, Dolar AS Kini Rp17.640 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 735605, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260518144252-17-735605/nilai-tukar-rupiah-terendah-sepanjang-masa-dolar-as-kini-rp17640’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 18 May 2026 15:05 Foto: Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Level tersebut membuat rupiah kembali menembus area psikologis di atas Rp17.000/US$ dan menjadi posisi penutupan terlemah sepanjang sejarah.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Tanpa Sokongan MSCI & FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah dibuka di level Rp17.630/US$ dan sempat melemah lebih dalam hingga menyentuh Rp17.670/US$, sebelum akhirnya ditutup di levelΒ penutupan.Β 

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau berbalik melemah 0,11% ke level 99,174.

//

Pelemahan rupiah terjadi pada perdagangan pertama setelah libur panjang keagamaan akhir pekan lalu.

Ketika bobot Indonesia turun, kebutuhan untuk memegang saham-saham Indonesia juga ikut berkurang.

Tekanan ini dapat membuka ruang keluarnya dana asing tambahan dari pasar saham domestik.

Artinya, semakin dalam pelemahan rupiah, semakin besar pula beban dalam rupiah untuk membayar kewajiban berdenominasi valuta asing.

“Setiap penurunan nilai rupiah menggelembungkan biaya riil cicilan utang,” tulis Ezaridho.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260518114049-19-735517/video-rupiah-melemah-parah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735517?comscore=off”,”time”:912,”title”:”Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/18/rupiah-melemah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan-1779079580878_169.png”}]’); Next Article Dolar AS Loyo, Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp16.775/US$

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (18/5/2026).

Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan sore ini rupiah berakhir di zona merah melalui melemah 1,03% ke level Rp17.640/US$.

Analisis mendalam tentang NIlai Tukar Rupiah Terendah Sepanjang Masa, Dolar AS Kini Rp17.640 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *