Analis Ungkap Alasan IHSG Anjlok 4%, Investor Wajib Pantau Hal Ini

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Analis Ungkap Alasan IHSG Anjlok 4%, Investor Wajib Pantau Hal Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sepanjang sesi 1, IHSG bergerak di rentang 6.398,79-6.631,28 dan sempat turun lebih dari 4%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Tanpa Sokongan MSCI & FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026

Pada akhir sesi 1, IHSG bertengger di level 6.470,35, turun 252,97 poin atau -3,76%.

Komentar yang diharapkan dapatΒ menenangkan pasar,Β nyatanya justru menjadi sentimen negatif di pasar.

“Pelaku pasar menilai pernyataan itu memperlihatkan kurangnya kepekaan pemerintah terhadap urgensi stabilisasi mata uang.

Faktor penyebabnya adalah masuk dalam periode ex-dividend. yang mengakibatkan Kapitalisasi pasar pun merosot menjadi Rp 11.343 triliun, turun Rp 482 triliun.

Head of Research at Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, sentimen utama pergerakan IHSG hari ini adalah outflow investor setelah adanya rebalancing MSCI dan FTSE Russell.

Tekanan kedua IHSG disebut berasal dari saham Bank mandiri (BMRI) yang gap-down

Dari sisi sentimen, pihaknya mencermati melalui adanya konflik geopolitik yang berlarut-larut kembali meningkatkan harga minyak mentah dunia.

Selain itu, IHSG juga tertekan pergerakan bursa global dan mayoritas bursa Asia yang terkoreksi ditambah dengan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang masih tertekan dan saat ini berada di level Rp 17.676/USD.

“Kemudian IHSG tertekan dengan adanya pengumuman dari MSCI dan FTSE yang masih membekukan indeks Indonesia dan mengeluarkan beberapa emiten dari konstituennya, dimana hal ini akan menimbulkan outflow yang cukup besar di akhir Mei nanti.

Ini sebagai sinyal lemahnya komitmen pemerintah dan otoritas lainnya dalam menjaga nilai tukar dan membangun kredibilitas fundamental ekonomi nasional di mata investor global,” jelasnya

Dalam skenario ini, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan aksi beli (buy) melalui support dan resistance IHSG hari ini di rentang 5.725 – 6.050.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260513132725-19-734708/video-msci-depak-18-sahampelaku-pasar-yakin-ri-tetap-emerging-market”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/734708?comscore=off”,”time”:643,”title”:”Video: MSCI Depak 18 Saham,Pelaku Pasar Yakin RI Tetap Emerging Market”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/13/msci-depak-18-saham-ri-bos-sekuritas-yakin-ri-bertahan-di-emerging-market-1778654370942_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi 1 Ambruk 3,76%, Duit Rp 482 Triliun Menguap

Sementara sentimen ketiga dan keempat adalah rupiah yang melemah dan pasar yang wait & see jelang keputusan BI Rate 20 Mei.

“Investor bisa mencermati area support dan resistance IHSG di range 6.300-6.600,” pungkap Wafi kepada CNBC Indonesia.

Di sisi lain, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, saat ini IHSG sudah menutup area gap dan mencapai target koreksinya.

Support 6.365, resistance 6.587,” jelas Herditya yang kerap disapa Didit.

Sementara itu, melansir riset Pilar Mas Sekuritas, selain sentimen di atas, pelaku pasar juga bereaksi negatif terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa penduduk di area pedesaan tidak menggunakan mata uang dolar AS.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok lebih dari 4% hari ini.

Analis Ungkap Alasan IHSG Anjlok 4%, Investor Wajib Pantau Hal Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 735615, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260518150104-17-735615/analis-ungkap-alasan-ihsg-anjlok-4-investor-wajib-pantau-hal-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 18 May 2026 15:26 Foto: Pergerakan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Sebanyak 715 emiten turun, 154 tidak bergerak, dan hanya 90 yang naik.

Nilai transaksi hingga akhir jeda makan siang mencapai Rp 11,94 triliun, melibatkan 20,07 miliar saham, dalam 1,71 juta kali transaksi.

Sejumlah analis pun menjelaskan penyebab hingga proyeksi pergerakannya ke depan.

Diketahui, IHSG ambruk hari ini, Senin (18/5/2026).

Analisis mendalam tentang Analis Ungkap Alasan IHSG Anjlok 4%, Investor Wajib Pantau Hal Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *