Penyebab IHSG Tiba-Tiba Jatuh 1% Setelah Dibuka Naik 1%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Penyebab IHSG Tiba-Tiba Jatuh 1% Setelah Dibuka Naik 1% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Tapi Insya Allah long term gain,” ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2026).

Pilihan Redaksi

  • Bank Mandiri Proyeksi Dolar Rp17.135, Dibayangi Perang Timur Tengah
  • IHSG Diuji MSCI, Cek Saham Potensi Cuan

Bursa Efek Indonesia mengakui adanya potensi penurunan bobot Indonesia di MSCI dalam jangka pendek apabila tidak ada saham baru yang masuk indeks.

“Kalau itu dilakukan oleh MSCI dan tidak ada saham baru yang masuk dalam MSCI, dalam jangka pendek mungkin saja bobot Indonesia turun.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menekan IHSG 3,91 poin, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang pelemahan 3,14 poin.

Pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual dan wait and see menjelang pengumuman review MSCI yang dijadwalkan hari ini.

Penyebab IHSG Tiba-Tiba Jatuh 1% Setelah Dibuka Naik 1% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 734274, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260512093108-17-734274/penyebab-ihsg-tiba-tiba-jatuh-1-setelah-dibuka-naik-1’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 12 May 2026 09:39 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba berbalik arah setelah 15 menit dibuka hari ini, Selasa (12/5/2026).

Pada pembukaan, IHSG melaju melalui kuat dan bahkan sempat naik 1%.

Iran menegaskan tuntutannya sah, sementara Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan bahwa militer Iran siap merespons setiap agresi.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260427094713-19-730064/video-arah-ihsg-hadapi-sentimen-dalam-luar-negeri-di-pekan-pendek”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/730064?comscore=off”,”time”:378,”title”:”Video: Arah IHSG Hadapi Sentimen Dalam & Luar Negeri di Pekan Pendek”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/27/arah-ihsg-hadapi-sentimen-dalam-luar-negeri-di-pekan-pendek-ini-1777259383650_169.png”}]’); Next Article IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 0,92% ke Level 6.905

Di mana pada pembukaan Rupiah dibuka di zona merah melalui pelemahan sebesar 0,43% ke level Rp17.480/US$.

Tetapi itu adalah short term pain untuk long term gain,” ujar Jeffrey.

BEI menegaskan reformasi pasar modal akan terus dilanjutkan, termasuk mendorong peningkatan free float emiten agar memenuhi standar global.

Selain faktor domestik, sentimen global juga masih membebani pasar emerging market setelah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Meski IHSG tertekan, sejumlah saham masih menjadi penopang indeks.

Saham MORA pada awalnya melaju kuat melalui kenaikan 15% lebih dan menjadi penggerak utama IHSG. 

Akan tetapi tidak lama berselang, MORA anjlok hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) 15% ke level 7.650. 

Selanjutnya ada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menekan indeks 7 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 5,9 poin, serta PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 4,99 poin.

Saham perbankan big caps juga kompak berada di zona merah.

Akan tetapi per pukul 09.16, IHSG berbalik arah dan ambruk ke level 6.831,84 atau turun 1,07%.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi penekan terbesar melalui koreksi mencapai 3,43%, disusul utilitas -2,85%, konsumer primer -1,46%, kesehatan melemah 1,44%, dan konsumer non-primer turun 0,84%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Dari sisi saham, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menjadi pemberat terbesar IHSG dengan kontribusi penurunan 24,2 poin indeks.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) menjadi penggerak utama melalui kontribusi kenaikan 2,58 poin indeks.

DXY pada pembukaan juga terpantau menguat 0.21% ke posisi 98,115

Hal ini dipicu oleh Presiden AS Donald Trump yang mengatakan gencatan senjata melalui Iran kini “di ujung tanduk” setelah Teheran menolak proposal Washington untuk mengakhiri perang.

Iran menuntut penghentian konflik di semua front, termasuk di Lebanon, kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan blokade laut AS, jaminan tidak ada serangan lanjutan, dan pemulihan ekspor minyaknya.

Di sisi lain, diyakini akan berdampak positif dalam jangka panjang.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pengumuman MSCI, sembari menegaskan langkah reformasi pasar modal yang dilakukan regulator merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas pasar.

“Kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain lah. sedangkan Pasar khawatir Indonesia kembali mengalami penurunan bobot dalam indeks global MSCI, yang berpotensi memicu arus keluar dana asing.

Menjelang pengumuman tersebut, regulator hingga pelaku pasar kompak menilai reformasi pasar modal Indonesia memang berpotensi memicu tekanan jangka pendek,

Teheran juga menegaskan kendalinya atas Strait of Hormuz, jalur yang biasanya mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Trump menyebut respons Iran “sama sekali tidak dapat diterima” dan mengatakan gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April kini sangat rapuh.

Faktor penyebabnya adalah telah mencapai level Rp17.500/US$.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengalami pelemahan ke level Rp17.500/US$ pada pukul 9.15 WIB. yang mengakibatkan Disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), serta PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC).

Adapun nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pagi ini pada level pelemahan sepanjang sejarah

Analisis mendalam tentang Penyebab IHSG Tiba-Tiba Jatuh 1% Setelah Dibuka Naik 1% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *