Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bank Mandiri (BMRI) Bidik IHSG 9.050 di Akhir Tahun, Ini Katalisnya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor penyebabnya adalah itu, Kresna menyebut adanya diskrepansi, yakni ketidaksesuaian antara kondisi fundamental pasar saham Indonesia yang valuasinya rendah, dengan aliran dana asing yang enggan masuk.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260421153031-19-728538/video-bank-mandiri-cetak-laba-rp-154-triliun-di-kuartal-i-2026″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728538?comscore=off”,”time”:992,”title”:”Video: Bank Mandiri Cetak Laba Rp 15,4 Triliun di Kuartal I-2026″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/21/q1-2026-bank-mandiri-cetak-laba-rp-154-triliun-1776760679526_169.png”}]’); Next Article Asing Ramai-Ramai Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Hijau yang mengakibatkan Oleh
Tetapi kembali memang kami melihat potensi revisi ke bawah, mengingat adanya potensi tekanan margin akibat dari volatilitas makro yang meningkat dan juga tekanan beban energi ke depannya,” kata Kresna dalam Mandiri Macro and Market Brief 2Q26 di Jakarta, Senin (11/5/2026).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Bank Mandiri Proyeksi Dolar Rp17.135, Dibayangi Perang Timur Tengah
Ia menilai pelemahan performa pasar saham RI sepanjang awal tahun ini berkolerasi melalui tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Bank Mandiri (BMRI) Bidik IHSG 9.050 di Akhir Tahun, Ini Katalisnya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 734197, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260511200931-17-734197/bank-mandiri–bmri–bidik-ihsg-9050-di-akhir-tahun-ini-katalisnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 11 May 2026 20:25 Foto: Gedung Bank Mandiri.
Terlebih, melalui adanya upaya reformasi pasar modal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kresna kemudian menyoroti bagaimana investor ritel menjadi penopang penting IHSG, tercermin dari kepemilikan investor individu di pasar saham yang mencapai 50%.
(BMRI) menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan tetap mencapai level psikologis 9.000 pada akhir tahun 2026.
Faktor penyebabnya adalah mengikuti indeks MSCI. yang mengakibatkan Mereka disebut sebagai “pejuang pasar modal” yang justru masuk kala investor asing keluar.
Sementara itu, investor asing masih berhati-hati
Saat ini, mereka lebih memilih memindahkan dananya dari saham ke obligasi.
“Dalam dua bulan terakhir kami mencatat adanya arus investasi asing ke pasar obligasi nasional kita.
Dan menurut kami itu merupakan salah satu strategi investor asing untuk merotasi aset dari equity ke bonds kita ya, mengingat risk aversion behavior tersebut,” ujarnya.
Baca: MSCI Dulu Cuma Proyek Kecil, tapi Kini Buat Investor Ketar-Ketir
Performa IHSG jauh lebih buruk dibanding negara peers dikarenakan tekanan jual asing yang besar, terutama di saham bank dan konsumer yang memiliki bobot besar di IHSG.
Faktor penyebabnya adalah emiten-emiten komoditas ini salah satu menjadi sektor penopang performa IHSG sepanjang tahun ini,” tutur Kresna.
Mandiri Sekuritas juga melihat ada beberapa katalis potensi reversal saham-saham perbankan dan konsumer. yang mengakibatkan Sebaliknya, saham-saham sektor komoditas seperti emas, batu bara, dan yang lainnya justru relatif kuat.
“Jadi sebenarnya Indonesia tidak sebenarnya ditinggalkan,
Sebab, para investor asing melihat risiko di emerging markets tengah meningkat.
Meski demikian, Kresna menyorot bahwa para investor luar itu tidak benar-benar “kabur” dari Indonesia.
Bank Mandiri)
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Tepatnya, indeks dibidik dapat mencapai 9.050 meskipun secara year to date (ytd) indeks sudah turun 17%.
Meski demikian, Equity Research Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat mengatakan ada potensi revisi ke bawah, lantaran masih ada risiko global dan profitabilitas menurun.
“IHSG ke depannya kami masih menjaga target IHSG kami di 9.050 point.
Analisis mendalam tentang Bank Mandiri (BMRI) Bidik IHSG 9.050 di Akhir Tahun, Ini Katalisnya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
