Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.360

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.360 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Tekanan kemudian berlanjut hingga pelemahan rupiah semakin dalam pada penutupan perdagangan sore ini.

Di saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau menguat tipis.

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.360 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 733492, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260508143652-17-733492/nilai-tukar-rupiah-ditutup-melemah-dolar-as-naik-ke-rp17360’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 08 May 2026 15:03 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah diΒ Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan terakhir pekan ini melalui melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Jumat (8/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,17% ke level Rp17.360/US$.

Menurutnya, peluang rupiah menembus level Rp18.000/US$ belum terlalu besar.

“Tekanan depresiasi kemungkinan besar akan berlanjut, tapi rasanya rupiah masih akan mampu bertahan di bawah Rp18.000,” ujarnya.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260506093610-19-732640/video-sempat-tembus-rp-17400-usd-kapan-rupiah-bisa-menguat-lagi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/732640?comscore=off”,”time”:359,”title”:”Video: Sempat Tembus Rp 17.400/USD, Kapan Rupiah Bisa Menguat Lagi?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/06/sempat-tembus-rp-17400usd-seberapa-besar-potensi-rupiah-menguat-1778035510104_169.png”}]’); Next Article Rupiah Loyo, Dolar AS Naik ke Rp 16.640

Per pukul 15.00 WIB, DXY naik 0,05% ke level 98,112.

//

Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini terjadi seiring menguatnya dolar AS di pasar global.

Faktor penyebabnya adalah membuat pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko.

Meski demikian, Faisal menilai tekanan depresiasi rupiah masih relatif terkendali. yang mengakibatkan Akibatnya, greenback menguat untuk hari kedua setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan pada awal pekan, ketika pasar sempat optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai.

Namun demikian, Kepala Riset Ekonomi Makro dan Market Permata Bank Faisal Rachman menjelaskan, pelemahan rupiah saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian global dan meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan, tetapi juga pola musiman pembayaran imbal hasil aset keuangan domestik kepada investor nonresiden.

“Pada Q2 2026 memang ada pola musiman pembayaran return aset keuangan domestik ke nonresiden yang mengakibatkan pelemahan rupiah,” ujar Faisal kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (8/5/2026).

Di sisi lain, ketidakpastian global juga masih membayangi pergerakan rupiah

Pelemahan ini sekaligus mematahkan tren penguatan rupiah dalam dua hari perdagangan beruntun sejak Rabu.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Kisah Dosen Matematika Kulik Saham Langsung Tajir Melintir

Sejak awal perdagangan, rupiah sebenarnya sudah bergerak di zona merah.

Mata uang Garuda dibuka melemah tipis 0,06% ke posisi Rp17.340/US$.

Kondisi tersebut menjadi penahan laju mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dolar AS menguat seiring kembali meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Dampak dari hal tersebut adalah menambah tekanan terhadap gencatan senjata yang sebelumnya sudah berjalan sekitar satu bulan.

Ketegangan terbaru itu membuat pelaku pasar kembali memburu dolar AS sebagai aset safe haven. akibat Kedua negara kembali saling serang dan melontarkan pernyataan keras pada Kamis waktu setempat,

Analisis mendalam tentang Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.360 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *