Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Purbaya: Banyak Orang Tak Sadar, Kini Waktunya Serok-Serok! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
(BRPT) – Rp138,09 miliar
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Mengutip Stockbit, berikut net foreign buy perdagangan Selasa!
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
(BBRI) – Rp244,52 miliar
- PT Barito Pacific Tbk.
Kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak,” tegasnya.
Menurut Purbaya, pemerintah akan menjaga laju tren pertumbuhan yang cepat pada kuartal II-2026.
Dan juga kita akan memberikan stimulus tambahan,” paparnya.
Sebagaimana diketahui, IHSG ditutup di zona hijau dua hari beruntun.
(BBNI) – Rp28,84 miliar
- PT Darma Henwa Tbk.
Ia percaya diri, ekonomi Indonesia akan terus terakselerasi meninggalkan tren kutukan pertumbuhan di kisaran 5%.
“Yang jelas ekonomi sedang menuju pertumbuhan angka yang lebih cepat dan akan kita jaga untuk triwulan kedua melalui berbagai kebijakan, koordinasi dengan Bank Sentral juga menjaga sistem apa kondisi kondisi likuiditas.
Pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026), indeks ditutup melesat 1,22% ke level 7.057,11.
Nilai transaksi mencapai Rp23,9 triliun, melibatkan 43,92 miliar saham dalam 2,42 juta kali transaksi.
(KOTA) – Rp44,75 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Dampak dari hal tersebut adalah orang agak takut dan keluar dari pasar modal,” kata Purbaya di kawasan Istana Negara, Jakarta, dikutip Rabu (6/5/2026)
Oleh sebab itu, ia mengklaim, seiring dengan terus cepatnya laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cepat kembali menghijau dan memberi keuntungan bagi para pemodalnya.
“Kan saya kemarin-kemarin bilang serok,
serok, serok saja. akibat Itu yang tidak disadari banyak orang
Perinciannya, sebesar Rp317,94 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp200,44 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Di samping itu, terdapat sejumlah saham yang paling banyak masuk keranjang beli asing.
(BIPI) – Rp24,55 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk.
Namun, hingga ekonomi tumbuh cepat, banyak pelaku pasar yang menurutnya tak sadar akan sinyal itu.
“Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi.
(BUVA) – Rp50,75 miliar
- PT DMS Propertindo Tbk.
(RAJA) – Rp18,78 miliar
(arj/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260427094713-19-730064/video-arah-ihsg-hadapi-sentimen-dalam-luar-negeri-di-pekan-pendek”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/730064?comscore=off”,”time”:378,”title”:”Video: Arah IHSG Hadapi Sentimen Dalam & Luar Negeri di Pekan Pendek”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/27/arah-ihsg-hadapi-sentimen-dalam-luar-negeri-di-pekan-pendek-ini-1777259383650_169.png”}]’); Next Article IHSG Ambruk, Purbaya: It’s a Good Time To Buy
(AMMN) – Rp22,75 miliar
Purbaya: Banyak Orang Tak Sadar, Kini Waktunya Serok-Serok!
(CDIA) – Rp22,64 miliar
(CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu tembus 5,61% yoy pada kuartal I-2026 akan menjadi sinyal positif di pasar modal Indonesia.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Ia mengatakan, sejak lama telah menyarankan kepada pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menggelontorkan investasi saham.
(DEWA) – Rp28,40 miliar
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 732623, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260506085700-17-732623/purbaya-banyak-orang-tak-sadar-kini-waktunya-serok-serok’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Arrijal Rachman , CNBC Indonesia 06 May 2026 10:30 Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KITA.
Sebanyak 342 saham naik, 314 turun, dan 163 tidak bergerak.
Meski demikian, investor asing terpantau masih gencar melakukan penjualan bersih, tembus Rp518,39 miliar di seluruh pasar.
Analisis mendalam tentang Purbaya: Banyak Orang Tak Sadar, Kini Waktunya Serok-Serok! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
