OPEC+ Siap Kerek Produksi Minyak, Harga Bakal Turun?

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang OPEC+ Siap Kerek Produksi Minyak, Harga Bakal Turun? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah terbatasnya ekspor.

Di luar kawasan Teluk, Rusia juga mengalami penurunan produksi setelah infrastruktur energinya terdampak serangan pesawat tak berawak Ukraina.

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260427132831-19-730172/video-harga-bahan-bakar-melonjak-5-negara-siapkan-windfall-tax”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/730172?comscore=off”,”time”:49,”title”:”Video: Harga Bahan Bakar Melonjak, 5 Negara Siapkan Windfall Tax”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/27/harga-bahan-bakar-melonjak-5-negara-siapkan-windfall-tax-1777272066004_169.png”}]’); Next Article Iran Memanas, Harga Minyak Terus Membara yang mengakibatkan Angka ini turun 7,70 juta barel per hari dibandingkan Februari, terutama akibat penurunan produksi di Irak dan Arab Saudi

Namun, langkah ini diperkirakan belum berdampak nyata selama konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran masih mengganggu pasokan dari kawasan Teluk.

Mengutip laporan Reuters, dua sumber yang mengetahui pembahasan internal menyebutkan, tujuh negara anggota OPEC+ sepakat menaikkan produksi sekitar 188.000 barel per hari.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 731773, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260503105853-17-731773/opec–siap-kerek-produksi-minyak-harga-bakal-turun’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia 03 May 2026 11:30 Ilustrasi

Jakarta, CNBC Indonesia – Organisasi negara pengekspor minyak dan sekutunya atau OPEC+ disebut telah menyepakati secara prinsip untuk kembali menaikkan target produksi minyak pada Juni.

Hal ini lantaran jalur vital Selat Hormuz, yang sebelumnya menangani hampir 20% pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) global, masih terdampak konflik.

Sumber tersebut menegaskan, kenaikan produksi saat ini lebih bersifat simbolis hingga distribusi energi kembali normal.

Pekan ini, harga sempat menembus US$125 per barel atau sekitar Rp2,12 juta (asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS), level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Lonjakan harga ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi krisis energi, termasuk kekurangan bahan bakar jet dalam satu hingga dua bulan ke depan serta tekanan inflasi global.

Kendati demikian, keputusan OPEC+ untuk tetap menaikkan target produksi menunjukkan pendekatan “business as usual” di tengah ketidakpastian geopolitik.

“Keputusan ini menandakan bahwa OPEC+ siap meningkatkan pasokan setelah perang berakhir,” kata sumber lainnya.

Sebagai gambaran, produksi minyak mentah OPEC+ tercatat rata-rata 35,06 juta barel per hari pada Maret.

Ini menjadi kenaikan bulanan ketiga secara berturut-turut.

“Tujuh negara telah menyetujui secara prinsip untuk menaikkan target produksi minyak sekitar 188.000 barel per hari pada bulan Juni,” kata sumber tersebut, dikutip Minggu (3/5/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Pilihan Redaksi

  • Dunia Masih Haus Minyak, Segini Dampak UEA Cabut dari OPEC
  • Trump Bangga Militer AS seperti Bajak Laut, Sebut Bisnis Menguntungkan
  • Raksasa NATO Akui Iran Menang, Trump Kalah dan Dipermalukan

Adapun tujuh negara yang terlibat dalam keputusan ini adalah Arab Saudi, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, Rusia, dan Oman.

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) resmi keluar dari kelompok pada awal Mei, membuat OPEC+ kini beranggotakan 21 negara.

Meski ada tambahan kuota, realisasi peningkatan produksi ini diperkirakan masih terbatas.

OPEC+ Siap Kerek Produksi Minyak, Harga Bakal Turun?

“Peningkatan ini akan tetap di atas kertas sampai Selat Hormuz dibuka kembali dan pasokan dari Teluk kembali lancar,” ujarnya.

Sejumlah pelaku industri energi juga memperkirakan butuh waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sebelum arus pengiriman minyak benar-benar pulih, bahkan setelah jalur tersebut kembali dibuka.

Di tengah gangguan pasokan ini, harga minyak dunia melonjak tajam.

Analisis mendalam tentang OPEC+ Siap Kerek Produksi Minyak, Harga Bakal Turun? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *