Keluarga Ini Kaya Raya Turun Temurun Gegara Tanaman Disebut Al-Qur’an

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Keluarga Ini Kaya Raya Turun Temurun Gegara Tanaman Disebut Al-Qur’an yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Di dunia, tanaman ini hanya ditemukan di tiga wilayah, yakni Sumatra, Malaya, dan Kalimantan.

Kelangkaan inilah yang membuat harganya melambung di pasar global.

Keistimewaan lainnya, kapur barus alami sangat langka.

Itu pun belum termasuk simpanan emas dan perhiasan lain yang sempat disembunyikan saat serangan terjadi.

Namun, kejayaan ekonomi ini mulai runtuh ketika kolonialisme Belanda masuk ke Tanah Batak.

Dalam buku Perjuangan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII (1988), Augustin Sibarani mencatat sejak Sisingamangaraja I berkuasa pada 1530, kapur barus dari Tanah Batak sudah diperdagangkan kepada pedagang Arab dan Eropa untuk dipasarkan ke berbagai belahan dunia.

Awalnya hanya sebagai komoditas ekspor, tetapi perlahan berkembang menjadi monopoli perdagangan kapur barus di Sumatra Utara.

Sumber kekayaan keluarga ini berasal dari kapur barus, tanaman yang disebut dalam Al-Qur’an.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Dalam Surat Al-Insan ayat 5, air kafur disebut sebagai minuman bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dari sinilah kekayaan besar keluarga Sisingamangaraja mulai terakumulasi.

Kekayaan tersebut tidak disimpan dalam bentuk tanah atau bangunan, melainkan dalam emas, berlian, dan batu mulia.

Kapur barus yang dimaksud bukanlah kapur barus modern berbentuk pewangi sintetis, melainkan tanaman alami bernama Dryobalanops aromatica.

Tanaman ini terkenal sangat wangi, bernilai tinggi, dan pada masa lalu bisa dikonsumsi dan dipercaya memiliki manfaat kesehatan.

Bersamaan melalui itu, jejak kekayaan legendaris yang dibangun dari perdagangan tanaman kapur barus pun ikut menghilang dalam sejarah.

Baca: Bukan Jawa, Ternyata Suku Ini Pencetak Sarjana Tertinggi di RI

Foto: Sisingamangaraja XII.

Dalam buku Tuanku Rao (1964) karya Mangaraja Onggang Parlindungan, disebutkan harta rampasan Sisingamangaraja diangkut menggunakan 17 ekor kuda, masing-masing membawa sekitar 60 kilogram emas.

Jika ditotal, jumlahnya mencapai sekitar 1 ton emas.

Tradisi menimbun logam mulia menjadi ciri khas trah ini selama berabad-abad.

“Raja-raja Sisingamangaraja dari mulai yang ke-1 hingga ke-10, semuanya suka mengumpulkan Blue Diamonds dari Ceylon.

Jalur dagang kapur barus perlahan dikuasai penjajah, monopoli runtuh, dan kekuatan ekonomi keluarga Sisingamangaraja melemah.

Sosok tersebut adalah Sisingamangaraja, penguasa Negeri Toba dari Tanah Batak.

Namun, Sisingamangaraja bukan satu orang, melainkan gelar turun-temurun dalam satu trah penguasa, dimulai dari Sisingamangaraja I (1530) hingga Sisingamangaraja XII (1876-1907).

Lalu juga intan-intan Ceylon yang dibawa dari India melalui Barus.

Permintaan tinggi dari pedagang Arab, Asia, hingga Eropa menjadikan kapur barus sebagai komoditas elit bernilai emas.

Istimewa)

(tep/dce) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260420142355-19-728216/video-perang-masih-panas-transaksi-emas-masih-kuasai-bursa-berjangka”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728216?comscore=off”,”time”:501,”title”:”Video: Perang Masih Panas, Transaksi Emas Masih Kuasai Bursa Berjangka”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/20/panas-perang-timur-tengah-transaksi-emas-masih-kuasai-bursa-berjangka-ri-1776670816688_169.png”}]’); Next Article Gokil, Emiten RI Ini Tambah 16 Bisnis Baru Sekaligus di 2026

Dengan harga emas saat ini, nilai tersebut setara sekitar Rp2,3 triliun.

Keluarga Ini Kaya Raya Turun Temurun Gegara Tanaman Disebut Al-Qur’an Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 731692, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260502160806-17-731692/keluarga-ini-kaya-raya-turun-temurun-gegara-tanaman-disebut-al-quran’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah & Teti Purwanti,  CNBC Indonesia 02 May 2026 17:45 Foto: Pohon Kamper.

Siapa yang menguasai sumbernya, otomatis menguasai kekayaan besar.

Di Sumatra, kekuasaan itu berada di tangan keluarga Sisingamangaraja.

Baca: Orang Arab Bawa Kapal Besar ke Sumatra Cari Tanaman Disebut Al-Qur’an

Sejak abad ke-16, trah Sisingamangaraja sudah aktif memperdagangkan kapur barus ke jaringan dagang internasional.

Namun baru diketahui, kekayaan setara triliunan rupiah ini justru lahir dari kepemilikan tanaman yang namanya disebut langsung dalam Al-Qur’an.

Dari komoditas inilah, seorang tokoh asal Tanah Batak membangun kejayaan ekonomi luar biasa di masa lampau.

Pada masa Sisingamangaraja XII, kekayaan trah ini tak lagi sebesar para pendahulunya.

Semua berakhir ketika Sisingamangaraja XII gugur dalam perlawanan terhadap Belanda.

lindungihutan)

Jakarta, CNBC Indonesia – Bisnis tambang atau properti menjadi dua sektor bisnis melalui kekayaan yang bisa diteruskan secara turun-temurun.

Intan-intan Ceylon ini besarnya seperti telur burung,” tulis Augustin Sibarani.

Skala kekayaan itu baru benar-benar terlihat saat terjadi serangan besar ke Tanah Batak pada 1818 dalam konflik melalui kelompok Padri.

Analisis mendalam tentang Keluarga Ini Kaya Raya Turun Temurun Gegara Tanaman Disebut Al-Qur’an akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *