Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Tentara tersebut, Gannon Ken Van Dyke, disebut menghasilkan lebih dari US$400.000 atau sekitar Rp6,89 miliar.

Melansir Financial Times, Selasa (28/4/2026) dalam dakwaan federal yang dibuka pada Kamis, Van Dyke diduga menggunakan informasi rahasia untuk memasang taruhan di platform prediksi berbasis Blockchain, Polymarket.

Setiap dakwaan memiliki ancaman hukuman maksimum antara 10 hingga 20 tahun penjara.

Kasus ini awalnya disidangkan di pengadilan federal North Carolina sebelum kemudian dialihkan ke pengadilan federal Manhattan.

Platform tersebut kemudian melaporkan kasus ini ke Departemen Kehakiman dan bekerja sama dalam penyelidikan.

Van Dyke belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar dan belum ada informasi terkait penasihat hukumnya.

Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 730573, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260428132556-17-730573/tentara-as-didakwa-usai-ketahuan-cuan-rp68-m-dari-insider-trading’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 28 April 2026 14:35 Foto: Para pengunjuk rasa mengendari sepeda motor saat berdemonstrasi menentang hasil resmi pemilu yang menyatakan Presiden Nicolas Maduro menang dalam pemilihan ulang di Caracas, Venezuela, Selasa (30/7/2024).

Hal ini dilakukan setelah muncul laporan aktivitas perdagangan tidak biasa yang terkait melalui kontrak Maduro di Polymarket.

Van Dyke didakwa dengan tiga tuduhan pelanggaran Commodity Exchange Act, satu tuduhan penipuan wire, serta satu tuduhan transaksi moneter ilegal.

Namun demikian, hukum federal terkait perlindungan informasi keamanan nasional tetap berlaku penuh dalam konteks tersebut.

Baca: Robert Kiyosaki Ungkap 3 Aset Ini Wajib Dimiliki Saat Perang Dunia

Van Dyke yang merupakan tentara aktif di Fort Bragg, North Carolina, diduga pada Desember hingga Januari memasang sekitar 13 taruhan melalui total nilai US$33.034.

Faktor penyebabnya adalah dugaan insider trading untuk meraih keuntungan di pasar. yang mengakibatkan (AP Photo/Cristian Hernandez)

Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β€” Jaksa Amerika Serikat mendakwa seorang tentara yang terlibat dalam rencana penangkapan pemimpin Venezuela, NicolΓ‘s Maduro,

Ia menekankan bahwa penggunaan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi merupakan pelanggaran serius.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Blanche juga menyebut akses luas terhadap pasar prediksi merupakan fenomena yang relatif baru.

Dana tersebut kemudian dialihkan ke akun broker daring baru.

Menurut dakwaan, Van Dyke juga berupaya menyembunyikan identitasnya di pasar prediksi.

Keduanya diterbangkan ke AS dan didakwa atas sejumlah tuduhan termasuk konspirasi narkoterorisme, serta telah menyatakan tidak bersalah.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260422114247-19-728820/video-nasib-investasi-kripto-era-perang-bitcoin-cs-masih-bisa-cuan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728820?comscore=off”,”time”:551,”title”:”Video: Nasib Investasi Kripto Era Perang, Bitcoin Cs Masih Bisa Cuan?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/22/nasib-investasi-aset-digital-era-perang-kripto-masih-bisa-cuan-1776834044888_169.png”}]’); Next Article Trader Misterius Pasang Taruhan Penangkapan Maduro, Cuan Rp6,7 M

Pentagon mengarahkan pertanyaan kepada Angkatan Darat AS, yang juga belum memberikan tanggapan.

Sebagai informasi, Amerika Serikat pada Januari melancarkan serangan di Venezuela dan berhasil menangkap NicolΓ‘s Maduro beserta istrinya.

Taruhan tersebut mencakup posisi seperti “US Forces in Venezuela” dan “Maduro out” sebelum 31 Januari.

Setelah meraih keuntungan sekitar US$409.881, Van Dyke disebut memindahkan sebagian besar dana ke brankas kripto luar negeri.

Ia disebut memanfaatkan informasi sensitif terkait operasi militer untuk keuntungan finansial pribadi.

Pelaksana tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menegaskan bahwa personel militer dipercaya mengelola informasi rahasia untuk menjalankan misi secara aman dan efektif.

Jaksa wilayah New York Selatan, Jay Clayton, menegaskan bahwa pasar prediksi bukan tempat untuk memanfaatkan informasi rahasia demi keuntungan pribadi.

Pihak Polymarket menyatakan telah mengidentifikasi pengguna yang berdagang menggunakan informasi pemerintah yang bersifat rahasia.

Analisis mendalam tentang Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *