Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Goldman Sachs Prediksi Harga Minyak akan Tembus US$120 per Barel yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Angka tersebut naik dari perkiraan sebelumnya yang sebesar US$75.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Minyak mentah Brent juga naik hingga US$109,32 sejak awal pekan ini.
Goldman Sachs Prediksi Harga Minyak akan Tembus US$120 per Barel Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 730588, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260428142959-17-730588/goldman-sachs-prediksi-harga-minyak-akan-tembus-us-120-per-barel’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 28 April 2026 14:50 Foto: Peta Selat Hormuz dan pipa minyak hasil cetak 3D.
RUPS BJBR Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut
Analis komoditas bank tersebut menaikkan proyeksi mereka l dan kini memperkirakan bahwa, dalam skenario dasar mereka, minyak mentah Brent akan diperdagangkan rata-rata US$90 per barel pada tiga bulan terakhir tahun ini.
(REUTERS/Dado Ruvic/Illustration//File Photo)
Jakarta, CNBC Indonesia – Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih berlangsung menciptakan dampak lonjakan harga minyak.
Harga tersebut naik dari proyeksi sebelumnya yang sebesar US$80.
Goldman Sachs menambahkan, jika ekspor tidak kembali ke tingkat normal hingga akhir Juli dan jika terjadi penurunan berkelanjutan pada kapasitas produksi di Teluk sebesar 2,5 juta barel per hari, maka harga minyak bisa mencapai rata-rata hampir $120 pada kuartal keempat.
Goldman kini memperkirakan minyak AS, West Texas Intermediate, akan diperdagangkan sekitar US$83 per barel pada kuartal terakhir tahun ini dalam skenario dasarnya.
Faktor penyebabnya adalah memudarnya harapan lanjutan damai antara AS dan Iran yang membuat pengiriman dari Teluk terus terhenti lebih lama.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Tok! yang mengakibatkan Goldman Sachs memperingatkan bahwa harga minyak dapat mencapai hampir US$120 per barel di akhir tahun ini jika perang tak berkesudahan.
Potensi kenaikan harga tersebut
Di sisi lain, rencana tersebut dibatalkan oleh Presiden Donald Trump akhir pekan lalu, dengan alasan terlalu banyak waktu yang terbuang untuk perjalanan.
Menteri Luar Negeri Iran telah meninggalkan Pakistan beberapa jam sebelumnya. sedangkan WTI naik 1,9% menjadi $96,16.
Seperti diketahui, AS sebelumnya berencana mengirim delegasi ke Islamabad untuk pembicaraan damai,
Mereka memperkirakan harga Brent sebesar US$110 per barel pada kuartal kedua, yang perlahan turun menuju US$80 per barel pada 2027.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260422101341-19-728781/video-jurus-emitan-migas-genjot-produksi-saat-harga-minyak-meroket”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728781?comscore=off”,”time”:519,”title”:”Video: Jurus Emitan Migas Genjot Produksi Saat Harga Minyak Meroket”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/22/jurus-emitan-migas-genjot-produksi-saat-harga-minya-meroket-efek-perang-1776829739569_169.png”}]’); Next Article Menanti Kabar The Fed, Harga Minyak Dunia Memanas
Harga tersebut menjadi level tertinggi sejak sebelum kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata bulan di ini.
Faktor penyebabnya adalah ekspektasi pasar akan pembukaan kembali Selat Hormuz telah mengurangi premi risiko dan menyebabkan pengurangan stok,” tulis analis Goldman, mengutip Financial Times, Selasa (28/4/2026).
Sementara kontrak berjangka Brent dalam jangka panjang menunjukkan pasar masih mengharapkan harga minyak turun, seperti kontrak berjangka di Desember 2025 yang diperdagangkan sekitar US$85,80 per barel.
Goldman mencatat akan ada “bekas luka” jangka panjang pada kapasitas produksi Teluk sebesar sekitar 500.000 barel per hari, terutama akibat kerugian di Irak.
Imbas peran juga menghantam pasar saham global yang mengalami kenaikan meskipun harga minyak baru-baru ini naik, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup pada rekor tertinggi pada hari Jumat berkat laporan laba perusahaan yang kuat.
Analis Goldman juga memperingatkan bahwa dampak ekonomi dari kenaikan harga energi akan lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh harga minyak secara umum, karena risiko kelangkaan produk dan skala guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bank tersebut juga menyoroti risiko pembatasan ekspor minyak AS, yang dapat semakin memperluas selisih harga antara Brent dan minyak AS.
Sementara Bank Wall Street, Morgan Stanley memperkirakan aliran minyak melalui Selat Hormuz akan kembali normal pada akhir
Mei 2026. yang mengakibatkan Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz masih nyaris terhenti hampir dua bulan sejak perang dimulai.
Satu kapal tanker gas cair melintasi selat tersebut pada Senin pagi bersama dua kapal kargo yang menuju Oman dan satu ke India, namun lalu lintas melalui titik krusial yang biasanya ramai itu tetap sangat dibatasi.
Harga minyak telah melonjak lebih dari 20% sejak 17 April 2026 seiring dengan mandeknya perundingan damai antara AS dan Iran
serta penerapan blokade laut oleh Washington di Selat Hormuz.
Beberapa kali pada bulan Maret, harga minyak Brent sempat mendekati $120 per barel, meskipun setiap kali itu pun segera turun kembali.
“Harga tetap di bawah puncak akhir Maret, kemungkinan
Padahal, angka itu sudah l naik 2,9% di $108,33, setelah harapan
terjadinya pembicaraan damai lebih lanjut memudar.
Analisis mendalam tentang Goldman Sachs Prediksi Harga Minyak akan Tembus US$120 per Barel akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
