Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Terkapar! Ditutup Turun 2% Hari Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Keputusan MSCI untuk mengeksekusi penghapusan emiten HSC pada Mei mendatang akan memicu restrukturisasi portofolio asing yang terukur.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Saham BREN dan DSSA yang terdampak pengumuman MSCI terbaru masih menjadi beban utama IHSG.
Baca: SMBC Indonesia (BTPN) Tebar Dividen Rp101,11 Miliar
Sebagaimana diketahui, BREN dan DSSA mendapatkan tekanan jual besar sejak pengumuman dari MSCI.
Indeks global itu mengumumkan akan mendepak saham yang tercatat dalam daftar High Shareholder Concentration (HSC) yang dikeluarkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Nilai transaksi terbilang sepi, yakni Rp 13,18 triliun, melibatkan 52,07 miliar saham dalam 3,05 juta kali transaksi.
Diketahui BREN dan DSSA tercatat di antara 9 saham yang masuk daftar HSC.
Investor asing tercatat kompak secara masif melepas saham BREN dan DSSA pada perdagangan kemarin.
IHSG ditutup turun 163 poin atau -2,16% ke level 7.378,61.
Sebanyak 531 saham turun, 201 naik, dan 227 tidak bergerak.
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan turun semakin dalam pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (23/4/2026).
Utilitas tercatat menjadi sektor yang turun paling dalam, yakni -7,14% dan diikuti oleh konsumer non-primer -2,95%, energi -2,75%, serta bahan baku -2,66%.
Tercatat pada perdagangan hari ini, Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjadi pemberat utama.
Kapitalisasi pasar pun merosot menjadi 13.180 triliun.
IHSG melemah seiring melalui dana asing yang mengalir keluar.
Ditutup Turun 2% Hari Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 729325, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260423162118-17-729325/ihsg-terkapar-ditutup-turun-2-hari-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 23 April 2026 16:43 Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).
Sepanjang sesi 1, asing membukukan net sell Rp 679,5 miliar melalui saham perbankan menjadi sasaran utama.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona merah.
BREN menyumbang -17,34 poin seiring melalui koreksi 8,7% dan DSSA yang turun 10,36% menyeret IHSG turun sebesar -14,99 poin.
Adapun saham-saham konglomerasi bisnis Prajogo Pangestu tercatat ambruk berjamaah pada perdagangan hari ini.
Penghapusan saham seperti BREN dan DSSA diproyeksikan akan memaksa likuidasi dana pasif sekitar Rp25,5 triliun.
Sementara itu, nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengawali perdagangan di zona merah melalui koreksi sebesar 0,23% ke level Rp17.210/US$.
Level tersebut menandai rupiah kembali menembus level psikologis baru dan sekaligus mencatatkan posisi intraday terlemah sepanjang masa yang baru.
Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Rabu (22/4/2026), rupiah ditutup melemah 0,18% ke posisi Rp17.170/US$.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260414100312-19-726539/video-rupiah-anjlok-dolar-as-sentuh-rp-17100-apa-yang-terjadi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/726539?comscore=off”,”time”:506,”title”:”Video: Rupiah Anjlok & Dolar AS Sentuh Rp 17.100, Apa Yang Terjadi?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/14/rupiah-anjlok-dolar-as-sentuh-level-rp-17100-apa-yang-terjadi-1776135887586_169.png”}]’); Next Article Asing Diam-Diam Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Cetak Rekor
Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021).
Analisis mendalam tentang IHSG Terkapar! Ditutup Turun 2% Hari Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
