Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ini Penyebab IHSG Galau, Pagi Hijau Siang Merah yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Ini 10 Saham Paling Cuan 2026, Juaranya Milik Halim Jusuf
Namun, kedua pihak tidak memberikan rincian spesifik.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Mengingat realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2025 yang solid di level 5,39%, Bank Indonesia dinilai masih memiliki ruang kebijakan yang memadai untuk mengelola stabilitas moneter.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260402152103-19-723579/video-bocoran-investasi-pengelola-dana-jumbo-pascalebaran-era-perang”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/723579?comscore=off”,”time”:363,”title”:”Video: Bocoran Investasi Pengelola Dana Jumbo Pascalebaran-Era Perang”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/02/bocoran-investasi-pengelola-dana-jumbo-pascalebaran-era-perang-1775119615584_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi 1 Anjlok 1,24%, Mayoritas Saham Merah
Kepala negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan kedua negara masih memiliki perbedaan besar terkait isu nuklir dan Selat Hormuz, dua hambatan utama dalam negosiasi.
Amerika Serikat menyatakan telah menyita kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade, sementara Iran mengancam akan membalas.
Faktor penyebabnya adalah tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Dari dalam negeri, agenda yang paling ditunggu oleh para pelaku pasar adalah pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Selasa dan Rabu pekan ini (21-22/4/2026). yang mengakibatkan Minyak Brent crude naik sekitar 7% ke US$96,85 per barel, sementara futures S&P 500 turun 0,9% di awal perdagangan Asia.
Perang yang kini memasuki pekan kedelapan disebut telah memicu guncangan pasokan energi global paling parah dalam sejarah, terutama akibat gangguan di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Pada Sabtu, Iran yang sebelumnya mengumumkan akan mengizinkan kapal melintas di Hormuz, berbalik arah dengan menuduh Washington melanggar perjanjian gencatan senjata
Akan tetapi tidak cukup kuat untuk menahan koreksi emiten-emiten Prajogo Pangestu.
BRPT yang merosot 4,93% ke level 2.120 mengikis IHSG sebesar 6,19 poin.
Kapitalisasi pasar pun merosot jadi Rp 13.571 triliun.
Dua saham perbankan tercatat menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan.
Emiten Prajogo lain yang juga masuk dalam daftar top laggards siang ini adalah CUAN (-2,2 indeks poin) dan TPIA (-2,07 indeks poin).
Sebagai informasi, pagi tadi IHSG membuka perdagangan melalui kenaikan 0,39%.
Ini Penyebab IHSG Galau, Pagi Hijau Siang Merah Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 728150, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260420121657-17-728150/ini-penyebab-ihsg-galau-pagi-hijau-siang-merah’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 20 April 2026 12:33 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi di zona merah, Senin (20/4/2026).
Pada pertemuan bulan sebelumnya, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%.
Langkah tersebut sejalan melalui fokus utama bank sentral untuk memitigasi dampak rambatan global dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Lalu BREN yang turun 2,26% menyeret IHSG sebesar 5,53 indeks poin.
Kendati sempat merosot ke zona merah pada awal-awal perdagangan, tetapi IHSG berhasil kembali memantul ke atas.
Akan tetapi menjelang akhir sesi 1, IHSG tidak mampu membendung tekanan dan berakhir di zona merah.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih volatile sepanjang pekan ini setelah Iran kembali memblokade Selat Hormuz setelah sempat menyampaikan gencatan senjata.
Di luar dinamika perang, pelaku pasar akan menyoroti keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diumumkan pada Rabu pekan ini.
Pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti total pada Minggu setelah Iran kembali menegaskan kendali atas jalur perairan strategis yang menjadi kunci pasokan energi global, hanya beberapa hari sebelum gencatan senjata rapuh melalui Amerika Serikat dijadwalkan berakhir.
Negosiator utama Iran mengatakan pembicaraan terbaru dengan AS menunjukkan kemajuan, sementara Presiden Donald Trump menyebut ada “percakapan yang sangat baik” dengan Teheran.
Baca: IHSG Lewat!
Nilai transaksi hingga siang ini mencapai Rp 9,36 triliun, melibatkan 23,1 miliar saham dalam 1,49 juta kali transaksi.
Posisi Rupiah sebelumnya sempat mengalami tekanan hingga menyentuh Rp16.985 per dolar AS pada pertengahan Maret, yang dipicu oleh sentimen penghindaran risiko di pasar global.
BI juga akan mempertimbangkan dinamika laju inflasi domestik yang meningkat menjadi 4,76% secara tahunan pada Februari lalu.
Dampak dari hal tersebut adalah prospek perdamaian makin tidak pasti.
Ketegangan ini membuat harga minyak melonjak. akibat Situasi ini memicu kekhawatiran gencatan senjata kedua negara bisa runtuh sebelum berakhir pekan ini.
Iran juga menolak putaran baru perundingan damai yang direncanakan AS di Islamabad,
Selain itu emiten Bakrie, BRMS juga banyak ditransaksikan melalui nilai mencapai Rp 715,3 miliar.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Mengutip Refinitiv, ketiga saham tersebut juga menjadi penopang IHSG agar tidak jatuh lebih dalam.
BBCA mencatat total transaksi Rp 1,17 triliun dan BBRI Rp 903,9 miliar.
Indeks parkir di level 7.621,58, turun 12,42 poin atau -0,16%.
Sebanyak 387 saham turun, 305 naik, dan 267 stagnan.
Analisis mendalam tentang Ini Penyebab IHSG Galau, Pagi Hijau Siang Merah akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
