IHSG Masih Keok, Intip Gerak-gerik Asing di Sesi 1

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Masih Keok, Intip Gerak-gerik Asing di Sesi 1 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Hal itu tecermin dari net sell yang sebesar Rp 513,4 miliar pada perdagangan sesi I siang ini, Kamis (16/4/2026).

Dampak dari hal tersebut adalah masing-masing menyeret IHSG sebesar -9,7 poin dan -9,22 poin.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260402152103-19-723579/video-bocoran-investasi-pengelola-dana-jumbo-pascalebaran-era-perang”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/723579?comscore=off”,”time”:363,”title”:”Video: Bocoran Investasi Pengelola Dana Jumbo Pascalebaran-Era Perang”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/02/bocoran-investasi-pengelola-dana-jumbo-pascalebaran-era-perang-1775119615584_169.png”}]’); Next Article IHSG Kembali Menguat, Asing Malah Lepas 10 Saham Ini akibat DSSA turun 3,28% dan BREN -3,88%

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi saham yang paling diincar asing melalui nilai Rp 69,3 miliar, diikuti PT Merdeka Gold ResourcesΒ Tbk (EMAS) sebesar Rp 40,2 miliar.

Disusul oleh, PT Bakrie and Brother Tbk.

Nilai beli asing mencapai Rp 3,2 triliun, sementara nilai jual mencapai Rp 3,7 triliun.

Aksi jual asing tersebut terutama menyasar saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), khususnya sektor perbankan dan energi.

Saham yang paling banyak dilepas asing yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melalui nilai jual bersih mencapai Rp 157,9 miliar, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 96,7 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 84,9 miliar.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Selain sektor keuangan, tekanan jual juga terjadi pada saham energi dan komoditas.

IHSG Masih Keok, Intip Gerak-gerik Asing di Sesi 1 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 727306, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260416134319-17-727306/ihsg-masih-keok-intip-gerak-gerik-asing-di-sesi-1’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 16 April 2026 13:52 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β€” Pasar saham Indonesia masih ramai dilepas oleh investor asing.

Hal ini seiring melalui saham emiten rumah sakit Dato Sri Tahir, Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) yang terbang 14,5% pada sesi 1 ke level 15.000.

Selain itu, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) juga ramai ditinggal oleh asing.

Baca: Lippo Karawaci (LPKR) Mau Buyback Saham Rp250 M, Ini Tujuannya

Di sisi lain, investor juga asing masih mencatatkan pembelian pada sejumlah saham, terutama dari sektor energi, telekomunikasi, dan konsumsi.

Mengutip Refinitiv, IHSG ditopang oleh sektor kesehatan yang naik 5,52%.

(BNBR) mencatatkan pembelian Rp 26,2 miliar dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp 23 miliar, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 22,8 miliar.

Investor asing juga membeli saham konsumer seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp 18,4 miliar dan sektor energi melalui PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp 18,1 miliar.

Selain itu, saham tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dibeli Rp 16,6 miliar, disusul PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 14,7 miliar.Β Selain itu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga masuk daftar net buy dengan nilaiΒ Rp 12,6 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi 1 melalui penurunan 27,49 poin atau -0,36% ke level 7.596,10.

Sebanyak 344 saham naik, 340 turun, dan 275 tidak bergerak.

SRAJ berkontribusi 8,76 poin ke IHSG.

Akan tetapi sekitar satu jam perdagangan saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Barito Renewables Energy (BREN) mengalami koreksi cukup dalam.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dilepas asing sebesar Rp 77 miliar, diikuti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 32,1 miliar, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 27,6 miliar.

Selain itu, aksi jual juga terlihat pada saham tambang seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 25,3 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp 20 miliar.

Kapitalisasi pasar pun merosot jadi Rp 13.523 triliun.

Pagi tadi IHSG sempat naik lebih dari 1%.

Nilai transaksi mencapai Rp 10,74 triliun, melibatkan 24,18 miliar saham dalam 1,65 juta kali transaksi.

Analisis mendalam tentang IHSG Masih Keok, Intip Gerak-gerik Asing di Sesi 1 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *