Ekonom Ungkap Fenomena Yuan Mulai Geser Dominasi Dolar di RI

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ekonom Ungkap Fenomena Yuan Mulai Geser Dominasi Dolar di RI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

“Jadi ketahuanΒ yuan itu juga jadi penting di dalam negeri.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Ekonom PT Bank Central Asia David E.

Sumual mengingatkan adanya risiko pengetatan likuiditas yuan sejalan melalui kenaikan penggunaan mata uang China dalam perdagangan internasional Indonesia.

David menuturkan ekspor Indonesia ke China meningkat 24% dan impor Indonesia dari China juga meningkat 37%.

Baca: Punya Beban Utang Dolar, Deretan Emiten RI Ini Siap-Siap Goyang

“Jadi ini likuiditas yuan mungkin bisa terpengaruh kalau jangka panjang terjadi seperti ini terus,” tambahnya.

Tapi ketika kita impor, mereka minta dibayar melalui yuan,” kata David, dalam Central Banking Forum 2026 dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Faktor penyebabnya adalah Kementerian Keuangan sudah mengeluarkan inisiatif untuk mengisi likuiditas yuan, dengan penerbitan DimSum Bonds. yang mengakibatkan

Namun, David mengaku senang

Faktor penyebabnya adalah China lebih suka dibayar dengan yuan. yang mengakibatkan Hal ini akan menimbulkan masalah

Sebagai catatan, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan, telah menerbitkan Dimsum Bond untuk membiayai APBN 2025 pada Oktober 2025.

Jadi kalau misalnya kita ekspor ke sana, kita minta kebanyakan pengusaha kita dibayar melalui dolar.

Saat itu, pemerintah menargetkan dana sebesar 6 miliar yuan (sekitar Rp14 triliun) melalui dua tenor, yaitu 5 tahun (3,5 miliar yuan dengan imbal hasil 2,5%) dan 10 tahun (2,5 miliar yuan dengan imbal hasil 2,9%).

Dimsum Bond Indonesia diminati oleh investor global, dengan total permintaan mencapai 18 miliar yuan atau tiga kali lipat dari jumlah yang diterbitkan.

(arj) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260331155830-19-722854/video-perang-iran-vs-as-goyang-pasar-keuangan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/722854?comscore=off”,”time”:813,”title”:”Video: Perang Iran VS AS 'Goyang' Pasar Keuangan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/31/cnbc-indonesia-tv-1774949697299_169.jpeg”}]’); Next Article Dolar Tembus Rp16.730, Ekonom Ungkap Biang Kerok Rupiah Jatuh

Ekonom Ungkap Fenomena Yuan Mulai Geser Dominasi Dolar di RI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 726295, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260413131426-17-726295/ekonom-ungkap-fenomena-yuan-mulai-geser-dominasi-dolar-di-ri’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Khoirul Anam,  CNBC Indonesia 13 April 2026 17:00 Foto: Chief Economist BCA, David Sumual memberi pemaparan dalam acara Central Banking Forum 2026, di Grand Ballroom Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Analisis mendalam tentang Ekonom Ungkap Fenomena Yuan Mulai Geser Dominasi Dolar di RI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *