BI: Peredaran Uang Primer Rp 2.396,5 T Maret 2026, Tumbuh 16,8%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI: Peredaran Uang Primer Rp 2.396,5 T Maret 2026, Tumbuh 16,8% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

BI: Peredaran Uang Primer Rp 2.396,5 T Maret 2026, Tumbuh 16,8% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 725066, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260408175403-17-725066/bi-peredaran-uang-primer-rp-23965-t-maret-2026-tumbuh-168’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia 08 April 2026 19:05 Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 16,8% secara tahunan pada Maret 2026 melalui nilai menjadi Rp 2.396,5 triliun.

Pertumbuhan base money yang telah disesuaikan atau adjusted itu sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 18,3% secara tahunan.

Uang Primer (M0) Adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Purbaya Ungkap Simpanan Duit Pemerintah di BI Capai Rp 400 T

“Uang Primer (M0) Adjusted pada Maret 2026 tumbuh 16,8% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 18,3% (yoy),” dikutip dari siaran pers BI terkait Neraca Analitis Otoritas Moneter, Rabu (8/4/2026).

BI mengungkapkan, perkembangan pertumbuhan M0 adjusted itu dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 41,8% (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 8,6% (yoy).

“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” tulis BI dalam laporannya.

(arj/mij) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260326112026-19-721524/video-inflasi-australia-bulan-februari-sebesar-37-yoy”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/721524?comscore=off”,”time”:105,”title”:”Video: Inflasi Australia Bulan Februari Sebesar 3,7% YoY”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/26/cnbc-indonesia-tv-1774500243881_169.png”}]’); Next Article BI Turunkan Porsi SRBI, Sisa Rp 705,8 T

Analisis mendalam tentang BI: Peredaran Uang Primer Rp 2.396,5 T Maret 2026, Tumbuh 16,8% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *