Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Tutup di Bawah Rp17.000

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Tutup di Bawah Rp17.000 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Bahkan, rupiah sempat menyentuh Rp17.026/US$, yang menjadi level terlemah sepanjang sejarah secara intraday.

Ini menjadi pertama kalinya rupiah menembus level krusial tersebut di pasar spot.

Menurut dia, tekanan terhadap rupiah hari ini masih lebih banyak dipicu faktor eksternal, terutama kenaikan harga minyak mentah dunia akibat perang di Timur Tengah yang terus memicu kekhawatiran di pasar keuangan.

Namun, ia menilai tekanan itu juga mulai merembet ke sentimen domestik, khususnya terkait potensi dampaknya terhadap APBN.

Namun, setelah sempat tertekan pada awal perdagangan, rupiah mampu berbalik arah dan kembali ditutup di bawah level psikologis Rp17.000/US$.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau melanjutkan pelemahannya melalui turun 0,32% ke posisi 99,630.

//

Pergerakan rupiah yang cukup volatil hari ini dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan tekanan terhadap rupiah masih berkaitan erat dengan sikap investor global yang cenderung risk averse terhadap aset emerging markets seperti Indonesia di tengah perang di Timur Tengah dan harga minyak mentah yang masih bertahan tinggi.

Kondisi tersebut membuat aliran modal asing ke pasar domestik tertahan, bahkan diwarnai aksi jual dan profit taking.

Di saat yang sama, dari dalam negeri tekanan juga datang dari meningkatnya permintaan valas untuk kebutuhan impor, terutama impor BBM, belanja rutin awal bulan, musim dividen, serta pergeseran pembayaran utang luar negeri setelah libur Lebaran.

“Untuk pergerakan nilai tukar rupiah, saya rasa ini masih erat hubungannya dengan perkembangan dari sisi perilaku investor global yang masih melakukan aksi risk averse untuk investasi di emerging market seperti Indonesia,” ujar Myrdal kepada CNBC Indonesia, Rabu (1/4/2026).

Baca: 5 Penyebab Nilai Rupiah Tembus Rp 17.000/US$, Ada Ulah Donald Trump

Pandangan serupa juga disampaikan Kepala Ekonom BCA Davidi Sumual.

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Tutup di Bawah Rp17.000 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 723216, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260401144310-17-723216/rupiah-balik-menguat-dolar-as-tutup-di-bawah-rp17000’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 01 April 2026 15:12 Foto: Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di tempat penukaran uang PT Ayu Masagung, Jakarta, Senin (18/11/2024).

Padahal, pada perdagangan intraday rupiah sempat menembus level psikologis Rp17.000/US$.

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah berhasil membalik keadaan dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (1/4/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan hari ini di zona hijau melalui apresiasi 0,09% ke level Rp16.975/US$.

Ada selling pressures yang cukup kuat dari asing di pasar SUN,” ujar Davidi kepada CNBC Indonesia, Rabu (1/4/2026).

Meski sentimen negatif masih besar, pelaku pasar tetap melihat ada ruang stabilisasi, terutama ketika tekanan eksternal mulai sedikit mereda dan dolar AS ikut terkoreksi.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260401151637-19-723235/video-penyebab-rupiah-melemah-merosot-ke-rp-17000-per-dolar-as”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/723235?comscore=off”,”time”:365,”title”:”Video: Penyebab Rupiah Melemah & Merosot ke Rp 17.000 Per Dolar AS”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/01/penyebab-rupiah-melemah-merosot-ke-level-rp-17000-per-dolar-as-1775031542486_169.png”}]’); Next Article Video: Rupiah Melemah, Tembus Rp 16.730 Per Dolar AS

“Jadi masih soal sentimen negatif eksternal seperti kenaikan harga minyak dan kekhawatiran dampaknya ke APBN.

Analisis mendalam tentang Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Tutup di Bawah Rp17.000 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *