Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Donald Trump Mau Akhiri Perang, Harga Minyak Longsor ke US$105 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Laporan menyebutkan aktivitas serangan maritim dan ancaman terhadap infrastruktur energi belum mereda.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Dampaknya, proyeksi harga minyak tahunan mengalami revisi signifikan.
China dilaporkan akan memperpanjang larangan ekspor bahan bakar hingga April, melalui pengecualian terbatas untuk beberapa negara.
Donald Trump Mau Akhiri Perang, Harga Minyak Longsor ke US$105 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 723070, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260401094111-17-723070/donald-trump-mau-akhiri-perang-harga-minyak-longsor-ke-us-105’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia 01 April 2026 10:00 Foto: minyak dunia
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia berbalik arah di awal April, seiring pernyataan terbaru dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang akan segera mengakhiri perang di Iran.
Setelah sempat menyentuh US$118,35 per barel pada Selasa, harga Brent kini turun tajam ke US$105,38 per barel pada Rabu (1/4/2026) pukul 09.30 WIB.
Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) tercatat di US$102,62 per barel, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan Selasa di US$101,38
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
//
Pergerakan ini datang setelah reli luar biasa sepanjang Maret, di mana kontrak Brent mencatat kenaikan bulanan hingga 64%.
Konsensus terbaru memperkirakan harga Brent rata-rata mencapai US$82,85 per barel pada 2026, naik sekitar 30% dibandingkan proyeksi sebelum konflik.
Tekanan tambahan juga datang dari Asia.
Di sisi lain, sinyal diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran mulai muncul, melalui pernyataan Presiden Donald Trump yang membuka peluang penghentian konflik dalam dua hingga tiga pekan.
Namun, bahkan jika konflik mereda dalam waktu dekat, gangguan pasokan diperkirakan belum pulih cepat.
Langkah ini mengurangi volume ekspor global dan memperketat persaingan pembeli di pasar internasional.
CNBCΒ Indonesia
(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260331154954-19-722851/video-inflasi-bisa-melonjak-efek-perang-suku-bunga-berpotensi-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/722851?comscore=off”,”time”:526,”title”:”Video: Inflasi Bisa Melonjak Efek Perang, Suku Bunga Berpotensi Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/31/harga-minyak-inflasi-terancam-meroket-suku-bunga-berpotensi-naik-1774947953298_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Dunia Naik, Pasar Optimistis Shutdown AS Berakhir
Penurunan ini berkaitan melalui pembatasan ekspor akibat terganggunya jalur distribusi.
Kerusakan infrastruktur dan belum dibukanya kembali Selat Hormuz menjadi faktor yang menahan distribusi minyak global.
Kebijakan ini mengurangi pasokan regional dan memperketat pasar, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi.
Di belahan lain, dinamika distribusi juga berubah.
Rusia mulai mengalihkan pengiriman minyak ke negara-negara yang mengalami krisis energi seperti Kuba, sementara Nigeria meningkatkan alokasi minyak mentah ke kilang domestik Dangote.
Jalur ini diketahui mengalirkan sekitar 20% perdagangan minyak dan LNG dunia.
Dari sisi produksi, survei Reuters menunjukkan output OPEC turun 7,3 juta barel per hari pada Maret dibanding bulan sebelumnya.
Melansir dari Reuters, kenaikan tersebut dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok global, terutama melalui jalur strategis Selat Hormuz.
Meski sempat terkoreksi tajam pada perdagangan sebelumnya, tekanan terhadap pasokan masih terasa.
Analisis mendalam tentang Donald Trump Mau Akhiri Perang, Harga Minyak Longsor ke US$105 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
