Rupiah Loyo Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Naik ke Rp 16.960

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Loyo Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Naik ke Rp 16.960 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Risiko tersebut pada akhirnya meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan ikut menopang penguatan dolar AS.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2026 tetap tumbuh positif, meski melambat.

Posisi M2 tercatat sebesar Rp10.089,9 triliun atau tumbuh 8,7% secara tahunan, setelah pada Januari 2026 tumbuh 10,0%.

“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,4% (yoy) dan uang kuasi sebesar 3,1% (yoy),” kata Ramdan, Jumat (27/3/2026).

Menurut Denny, perkembangan M2 pada Februari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit.

Faktor penyebabnya adalah Selat Hormuz masih berisiko terganggu. yang mengakibatkan Kondisi ini membuat dolar AS kembali diburu sebagai aset aman.

Baca: Perang Iran Jadi Karpet Merah Yuan, Saatnya Xi Jinping Hancurkan Dolar

Kekhawatiran pasar juga bertambah

(CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (27/3/2026).

Pada pagi hari, rupiah dibuka melemah 0,09% ke posisi Rp16.910/US$.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia terpantau menguat tipis 0,07% ke level 99,971.

//

Pelemahan rupiah menjelang akhir pekan ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, terutama dari eksternal.

Dari pasar global, dolar AS kembali menguat setelah harapan meredanya konflik di Timur Tengah mulai memudar.

Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 25,6% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2026 sebesar 22,6% (yoy).

Penyaluran kredit pada Februari 2026 tumbuh sebesar 8,9% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada bulan Januari 2026 sebesar 10,2% (yoy).

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260224120001-19-713365/video-defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/713365?comscore=off”,”time”:377,”title”:”Video: Defisit APBN Januari 2026 Rp 54,6 Triliun hingga IHSG Ambles”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/24/defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles-1771909648540_169.png”}]’); Next Article Rupiah Loyo Awal Tahun, Dolar AS Tembus Rp16.715/US$

Pergerakan ini berbalik dari perdagangan sebelumnya, Kamis (26/3/2026), saat rupiah masih mampu ditutup menguat tipis 0,06% di level Rp16.895/US$.

Tekanan terhadap rupiah sejatinya sudah terlihat sejak awal perdagangan.

Dampak dari hal tersebut adalah kekhawatiran terhadap perang yang lebih panjang kembali meningkat. akibat Pelaku pasar menilai peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran masih kecil,

Jika jalur ini tetap terhambat, pasokan energi global bisa semakin tertekan dan memicu lonjakan harga minyak.

Rupiah Loyo Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Naik ke Rp 16.960 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 721928, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260327145250-17-721928/rupiah-loyo-jelang-akhir-pekan-dolar-as-naik-ke-rp-16960’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 27 March 2026 15:04 Foto: Ilustrasi Dolar dan Rupiah.

Seiring penguatan dolar AS di pasar global. 

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda menutup perdagangan di zona merah melalui pelemahan 0,38% ke level Rp16.960/US$.

Analisis mendalam tentang Rupiah Loyo Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Naik ke Rp 16.960 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *