[26 Maret 2026] | Sumber: News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders
Halo Traders! Dolar AS (USD) kembali menunjukkan taringnya pada awal perdagangan sesi Asia hari Kamis (26/3). Di tengah ketidakpastian seputar eskalasi konflik AS-Israel melawan Iran, pasar terus mencari kepastian arah. Menariknya, pelaku pasar kini justru mulai memangkas peluang bahwa langkah The Fed selanjutnya adalah menaikkan suku bunga.
βοΈ Pasar Disetir Berita: Damai atau Sekadar Jeda?
Sentimen utama penggerak pasar saat ini masih berpusat pada Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa negaranya sedang meninjau proposal AS, namun plot twist-nya: Teheran tidak berniat melakukan pembicaraan untuk mengakhiri konflik yang meluas ini.
Menurut analisis Westpac, pasar saat ini sangat headline-driven (disetir oleh tajuk berita utama). Investor terus menebak apakah dinamika terbaru ini mencerminkan upaya de-eskalasi yang nyata, atau sekadar proses menuju titik “keseimbangan konflik” yang baru.
π¦ Efek Hormuz & Perubahan Ekspektasi The Fed
Tertutupnya akses di Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga energi yang membuat pasar harus mengkaji ulang proyeksi inflasi global secara masif.
-
Tingginya harga minyak memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan terpaksa menahan kebijakannya lebih lama.
-
Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas The Fed untuk menahan suku bunga (on hold) pada pertemuan Desember kini melonjak ke 70,6% (naik signifikan dari 60,2% pada hari sebelumnya).
π Rapor Mata Uang Global: DXY Pesta Pora
Ketidakpastian geopolitik ini sukses menjadi “bensin” bagi Indeks Dolar (DXY), yang melompat 0,5% ke level 99,641βmencetak rekor kenaikan harian terbesarnya dalam sepekan terakhir.
Berikut adalah respons mata uang mayor lainnya terhadap keperkasaan Dolar AS:
-
Yen Jepang (USD/JPY): Tertahan relatif datar di 159,41, masih tertekan di dekat level terlemahnya sejak 2024.
-
Dolar Australia (AUD/USD): Tergelincir tipis 0,1% ke level 0,6943.
-
Dolar Selandia Baru (NZD/USD): Stabil di kisaran 0,5806.
-
Yuan China (USD/CNH): Bertahan di 6,9026 menyusul kabar rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada pertengahan Mei mendatang (kunjungan pertama dalam delapan tahun yang sempat tertunda akibat perang).
-
Euro (EUR/USD): Berhasil stabil di 1,1560 setelah dua hari merosot. Euro mendapat tenaga dari komentar Presiden ECB Christine Lagarde yang membuka opsi kenaikan suku bunga jika perang terus memanaskan inflasi zona Euro.
-
Poundsterling (GBP/USD): Mencoba selamat dari pelemahan beruntun dan tertahan di 1,3365, setelah data menunjukkan inflasi konsumen Inggris bulan Februari masih bandel di angka 3,0%.
Sumber asli: News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
