BI Tahan Suku Bunga, Dolar AS Nyaris Stagnan di Level Rp16.975

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Tahan Suku Bunga, Dolar AS Nyaris Stagnan di Level Rp16.975 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Hasil ini membalikkan posisi perdagangan sebelumnya, saat rupiah ditutup melemah 0,30% di level Rp16.985/US$.

Meski begitu, jika dibandingkan melalui level pembukaan pagi tadi, penguatan rupiah sebenarnya sempat lebih besar.

Faktor penyebabnya adalah investor memburu aset aman di tengah perang di Timur Tengah yang semakin memburuk.

Baca: BI Pangkas Batas Pelaporan Transaksi Dolar Biar Rupiah Tak Makin Jatuh

Perang yang telah memasuki pekan ketiga itu masih diwarnai serangan dari kedua belah pihak, sementara Selat Hormuz yang sangat vital bagi jalur energi global dilaporkan sebagian besar masih tertutup. yang mengakibatkan Dolar kembali menguat

Kondisi ini mendorong kenaikan harga energi dan menambah kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.

Lonjakan harga minyak juga membuat pelaku pasar menyesuaikan kembali ekspektasi suku bunga global.

Seiring melalui keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuannya.Β 

Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda menutup perdagangan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,06% ke level Rp16.975/US$.

BI Tahan Suku Bunga, Dolar AS Nyaris Stagnan di Level Rp16.975 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 719847, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260317143546-17-719847/bi-tahan-suku-bunga-dolar-as-nyaris-stagnan-di-level-rp16975’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 17 March 2026 15:04 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah diΒ Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2026).

Dampak dari hal tersebut adalah ini menjadi kali keenam secara berturut-turut suku bunga acuan tidak berubah.

Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility di level 3,75% dan Lending Facility di level 5,50%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini diambil untuk memperkuat stabilitas rupiah di tengah memburuknya kondisi global akibat perang, sekaligus menjaga inflasi tetap sesuai sasaran pada 2026-2027 serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Perry juga menegaskan BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter untuk menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas perekonomian. akibat BI kembali menahan BI Rate di level 4,75%,

Di sisi lain, sebagian penguatan itu terkikis hingga penutupan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,17% ke level 99,878.

//

Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini terjadi setelah Bank Indonesia memutuskan kembali mempertahankan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 16-17 Maret 2026. sedangkan Rupiah dibuka menguat 0,12% di posisi Rp16.865/US$,

Hal ini menunjukkan sentimen domestik, terutama dari keputusan BI yang mempertahankan suku bunga, cukup membantu menopang pergerakan mata uang Garuda.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260224120001-19-713365/video-defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/713365?comscore=off”,”time”:377,”title”:”Video: Defisit APBN Januari 2026 Rp 54,6 Triliun hingga IHSG Ambles”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/24/defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles-1771909648540_169.png”}]’); Next Article Rupiah Menutup Pekan Naik Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.625

Situasi tersebut pada akhirnya ikut menopang penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia.

Meski indeks dolar AS menguat, rupiah tetap mampu bertahan di zona positif pada perdagangan hari ini.

Di saat yang sama, kebijakan sistem pembayaran juga tetap diarahkan untuk menopang kegiatan ekonomi, termasuk melalui perluasan digitalisasi transaksi dan penguatan infrastruktur sistem pembayaran.

Dari eksternal, rupiah sebenarnya masih menghadapi hambatan dari penguatan dolar AS di pasar global.

Analisis mendalam tentang BI Tahan Suku Bunga, Dolar AS Nyaris Stagnan di Level Rp16.975 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *