Misteri 57 Ton Emas Soekarno di Bank Swiss Akhirnya Terungkap

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Misteri 57 Ton Emas Soekarno di Bank Swiss Akhirnya Terungkap yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah Sukarno memakai baju tidur yang sudah robek.

“Adakah Kepala Negara yang melarat seperti aku dan sering meminjam-minjam dari ajudannya?” kata Sukarno kepada Cindy Adams dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (1964).

Masih mengutip wawancara dengan Cindy Adams, saking miskinnya, Soekarno bahkan pernah hampir diberi gedung secara patungan oleh rakyat. yang mengakibatkan Duta besar itu merasa kasihan

Kennedy.

Namun ketika ditelusuri melalui catatan sejarah dan kesaksian orang-orang terdekatnya, cerita tersebut justru tidak memiliki dasar yang kuat.

Ia tidak punya tanah, tidak punya rumah, apalagi logam-logam mulia seperti yang digembar-gemborkan orang selama ini,” kata Guntur.

Guntur juga sempat membantah melalui gamblang soal kepemilikan emas tersebut.

CNBC Insight Misteri 57 Ton Emas Soekarno di Bank Swiss Akhirnya Terungkap Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 719145, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260315123705-17-719145/misteri-57-ton-emas-soekarno-di-bank-swiss-akhirnya-terungkap’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 15 March 2026 16:30 Foto: Emas.

Semoga informasi ini bisa meluruskan anggapan khalayak terkait legenda emas 57 ton Soekarno.

(wur/wur) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260228104604-19-714722/video-inovasi-produsen-baja-lapis-lokal-saingi-produk-impor-china”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/714722?comscore=off”,”time”:505,”title”:”Video: Inovasi Produsen Baja Lapis Lokal Saingi Produk Impor China”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/28/saingi-produk-china-produsen-baja-lapis-seng-lokal-punya-inovasi-ini-1772251584845_169.png”}]’); Next Article Terkuak Fakta Baru Emas Rp 130 Triliun Soekarno di Bank Swiss

Cerita itu menyebut Bung Karno memiliki emas batangan hingga 57 ton yang disimpan di bank Swiss, bahkan konon pernah dipinjam Presiden Amerika Serikat saat itu, John F.

Apalagi saat itu Mataram Islam disebut masih punya utang kepada VOC.

Baca: Ayatollah Ali Khamenei Kagumi Presiden RI, Sebut Pemersatu Bangsa

Ong juga menyebut kalau kisah harta Soekarno sebenarnya bisa dipatahkan melalui argumen sederhana: jika punya emas, seharusnya Soekarno tidak melarat hingga akhir hayatnya.

Ini artinya cerita harta karun emas batangan Presiden pertama Indonesia yang selama ini dipercaya tidak benar.

Jadi saya pikir ini bohong semua ini,” kata Guntur.

Sejarawan Indonesia, Ong Hok Ham juga membantah rumor harta segunung Soekarno.

Pexel)

Jakarta, CNBC Indonesia – Rumor tentang simpanan emas Presiden pertama RI, Soekarno, di Swiss selama bertahun-tahun beredar luas di masyarakat.

Pikir saja, kalau emas berton-ton disimpan di bank di Swiss, yang saya sendiri pernah ke sana, itu ruang penyimpanan uang di Swiss enggak akan muat diisi emas segitu banyak.

Masalahnya, harta kerajaan kuno tidak sebesar yang dibayangkan.

Namun, ia menolak melalui alasan tidak ingin merepotkan.

Pernyataan Keluarga Soekarno

Pernyataan Soekarno dalam wawancara dengan Cindy tersebut dibenarkan oleh putra pertamanya, Guntur Soekarnoputra.

Dalam kolom opini di Media Indonesia yang diterbitkan 26 September 2020, Guntur menyebut Soekarno tak memiliki banyak uang sejak sebelum hingga menjadi Presiden RI.

Ia juga mengungkap ayahnya kerap meminjam uang kepada sahabatnya sejak zaman pergerakan, salah satunya Agoes Moesin Dasaad.

“Sebagai presiden, Bung Karno adalah presiden yang paling miskin di dunia ini.

Lewat tulisan Kuasa dan Negara (1983), Ong mematahkan cerita itu dan memberi fakta sejarah sesungguhnya.

Ia bilang gajinya sebagai presiden hanya sekitar US$220 dan tidak memiliki rumah maupun tanah pribadi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Bahkan, kata Soekarno, ia pernah dibelikan piyama oleh duta besar saat kunjungan ke luar negeri.

Salah satunya terkait cerita Soekarno mewarisi kekayaan kerajaan Mataram Islam.

Kata Ong, tidak mungkin ada seseorang mewarisi harta dari kerajaan kuno.

Ia mengatakan cerita tersebut tidak masuk logika.

“Sekarang katanya emasnya berton-ton.

Berbagai sumber menyebut kehidupan Soekarno sebagai presiden justru jauh dari gambaran memiliki kekayaan berlimpah.

Baca: Pemimpin Tertinggi Iran Tiru Cara Presiden RI, Hasilnya Tak Terduga

Dalam sejumlah catatan sejarah, termasuk wawancara Soekarno melalui jurnalis Amerika Serikat Cindy Adams, Bung Karno bahkan mengaku hidup sederhana selama menjabat sebagai kepala negara.

Analisis mendalam tentang Misteri 57 Ton Emas Soekarno di Bank Swiss Akhirnya Terungkap akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *