Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Penjualan Mobil Baru Keok, Multifinance Bisa Panen dari Sektor Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Penjualan Mobil Baru Keok, Multifinance Bisa Panen dari Sektor Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 716463, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260306041932-17-716463/penjualan-mobil-baru-keok-multifinance-bisa-panen-dari-sektor-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 06 March 2026 07:35 Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia — Pertumbuhan piutang industri multifinance masih lemah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan sebesar Rp 508,27 triliun, hanya naik 0,78% secara tahunan (yoy) per Januari 2026.
Satu penyebabnya adalah lesunya industri otomotif domestik. Pada tahun lalu pembiayaan mobil baru mengalami kontraksi dan membuat rata-rata pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir turun menjadi 6,8% yoy.
Kendati demikian, OJK menargetkan piutang multifinance dapat tumbuh 6%-8% pada tahun ini.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyebut segmen pembiayaan modal kerja diperkirakan masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan multifinance pada 2026, seiring kebutuhan masyarakat dalam pengadaan barang/jasa dan ekspansi usaha.
“Proyeksi pertumbuhan piutang 6%-8% pada 2026 dinilai realistis melalui mempertimbangkan antara lain target industri dan kondisi perekonomian.
Untuk mencapainya, perusahaan perlu mengoptimalkan potensi sektor dan wilayah yang prospektif melalui tetap menjaga kualitas aset dan manajemen risiko,” kata Agusman dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (6/3/2026).
Ia memaparkan bahwa pada Januari 2026, penyaluran pembiayaan baru industri multifinance tercatat Rp78,16 triliun, didominasi multiguna dengan porsi 47,47%.
Mobil Listrik Ini Jadi Raja Jalanan RI
Kendaraan listrik pada Januari 2026 tumbuh 39,13% yoy menjadi Rp21,05 triliun, didorong peningkatan penjualan kendaraan listrik dan diperkirakan akan tetap tumbuh positif pada 2026 sejalan tren elektrifikasi kendaraan.
“Fenomena pertumbuhan yang lebih kuat pada kendaraan bekas mencerminkan antara lain preferensi masyarakat terhadap harga yang lebih terjangkau serta fleksibilitas pembiayaan,” kata Agusman.
Ia melanjutkan bahwa perbaikan pasar otomotif pada awal tahun menjadi sinyal positif bagi pembiayaan kendaraan, melalui prospek pertumbuhan positif pada 2026.
Akan tetapi OJK juga mencatat dinamika kontraksi pada sebagian perusahaan dipengaruhi antara lain kondisi pasar dan strategi bisnis masing-masing, dengan pergerakan yang terus dimonitor melalui data terkini.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260303145029-19-715588/video-ojk-soroti-aksi-kekerasan-debt-collector-ini-kata-bos-leasing”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715588?comscore=off”,”time”:490,”title”:”Video: OJK Soroti Aksi Kekerasan Debt Collector, Ini Kata Bos Leasing”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/03/ojk-tertibkan-aksi-kekerasan-debt-collector-bos-leising-buka-suara-1772525078868_169.png”}]’); Next Article Marak Jual Beli Kendaraan STNK Only, OJK Beri Peringatan Ini
Kendaraan roda empat bekas mencatat rata-rata pertumbuhan lebih tinggi sebesar 12,75% yoy.
Baca: Tendang Wuling Sampai Denza!
Secara nominal, multiguna mencapai Rp37,10 triliun, investasi Rp18,72 triliun, dan modal kerja Rp17,04 triliun.
Sementara itu di pembiayaan otomotif, terjadi pergeseran tren.
Per Januari 2026, total penyaluran pembiayaan roda empat tercatat sebesar Rp229,43 triliun.
Analisis mendalam tentang Penjualan Mobil Baru Keok, Multifinance Bisa Panen dari Sektor Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
