OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Meski demikian, OJK tetap akan mendorong optimalisasi asuransi dan dana pensiun sebagai investor institusi dan melakukan evaluasi penerapan life cycle fund di industri asuransi pada semester I-2026.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260218154055-19-711856/video-investasi-bpjamsostek-hadapi-gejolak-pasar-saham-jadi-pilihan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/711856?comscore=off”,”time”:455,”title”:”Video: Investasi BPJamsostek Hadapi Gejolak Pasar, Saham Jadi Pilihan?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/18/peserta-bpjamsotes-tembus-50-juta-peserta-ojol-freelancer-naik-40-per-tahun-1771405955206_169.png”}]’); Next Article Total Aset Asuransi RI Capai Rp1.170 Triliun, Naik Tipis 3,37%

Di sisi lain, berkesinambungan.

Di sektor asuransi, total investasi asuransi komersial tercatat Rp793 triliun dengan komposisi SBN sebesar 41,08%, saham 17,57%, dan reksa dana 15%. sedangkan Hal ini mencerminkan pengelolaan investasi yang konservatif

(Tangkapan Layar Youtube/Otoritas Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia — Industri asuransi tengah didorong untuk aktif menjadi investor institusi di instrumen saham untuk mendongkrak IHSG.

Stabilitas suku bunga juga memberikan kepastian dalam pengelolaan instrumen investasi industri.

OJK menegaskan prinsip yang dikembangkan adalah diversifikasi yang sehat berdasarkan profil risiko masing-masing lembaga.

Penempatan pada deposito juga diperlukan untuk menjaga likuiditas dan memenuhi kewajiban jangka pendek, khususnya pada DPLK yang membutuhkan asset liability matching,” jelasnya.

Baca: OJK Mau Bongkar Free Float Jumbo Afiliasi, Begini Caranya

Dari sisi kinerja, tingkat pengembalian investasi (ROI) dana pensiun tercatat 8,17% per Desember 2025 dan 0,31% pada Januari 2026.

Selanjutnya deposito dan instrumen sejenis sebesar Rp406 triliun atau 15,85%, serta saham Rp249,17 triliun atau 9,72%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

“Struktur tersebut mencerminkan preferensi industri terhadap instrumen yang stabil serta mendukung asset liability matching,” ujar Ogi dalam Konferensi Pers RDK OJK, di Jakarta, Selasa, (3/3/2026).

Pada dana pensiun sukarela, total dana investasi tercatat Rp399,27 triliun atau tumbuh 7,61% secara tahunan.

Faktor penyebabnya adalah instrumen yang jatuh tempo dialihkan ke instrumen lain, termasuk SBN dan deposito. yang mengakibatkan Komposisinya meliputi SBN sebesar Rp94 triliun atau 38,6%, deposito 27%, saham 5,64%, serta penempatan pada SRBI sebesar 0,73% dari total investasi.

“Penurunan penempatan di SRBI terjadi

Meski demikian, ada beberapa pertimbangan yang membuat lembaga keuangan ini tidak bisa menyerap saham dalam jumlah besar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan pengaturan investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun dirancang melalui mempertimbangkan manajemen risiko serta kesesuaian karakteristik masing-masing usaha.

Per Januari 2026, total investasi industri asuransi mencapai Rp2.564 triliun dengan komposisi terbesar ditempatkan pada SBN sebesar Rp1.444 triliun atau 54%.

Untuk asuransi jiwa, kewajiban lebih banyak ditempatkan di SBN mencapai 42% dan saham 21,40% guna mengoptimalkan imbal hasil jangka menengah hingga panjang.

Sementara itu, asuransi umum dan reasuransi cenderung lebih konservatif dalam penempatan investasi.

OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 715670, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260303165842-17-715670/ojk-ungkap-penyebab-asuransi-belum-banyak-masuk-ke-saham’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 03 March 2026 20:10 Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono saat menyampaikan pemaparan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan untuk menyampaikan kebijakan strategis OJK serta perkembangan terkini di sektor jasa keuangan.

Analisis mendalam tentang OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *