[26 Februari 2026] | Sumber: News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Halo Oil Traders! Harga minyak mentah terpantau bergerak relatif stabil pada sesi perdagangan Asia hari Kamis ini. Pelaku pasar tampaknya sedang memasang mode “tahan posisi” (wait and see) menjelang agenda krusial: putaran ketiga pembicaraan nuklir antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung hari ini di Jenewa.

Mengapa dialog ini sangat penting? Karena reli harga minyak selama beberapa pekan terakhir sangat ditopang oleh tingginya “premi risiko” geopolitik.

📊 Update Harga Terkini

Pada pukul 03:42 GMT, pergerakan harga minyak dunia mencatatkan penguatan tipis:

  • Brent (Kontrak April): Naik 0,3% ke level US$71,03 per barel.

  • WTI: Menguat 0,2% ke kisaran US$65,55 per barel.

🤝 Diplomasi di Ujung Tanduk: Harapan vs Ancaman

Delegasi tingkat tinggi AS, termasuk utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan berhadapan langsung dengan pejabat Iran di Jenewa untuk mendorong kesepakatan terkait program nuklir dan rudal balistik Teheran.

  • Sinyal Positif: Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengisyaratkan bahwa solusi diplomatik “dalam jangkauan” asalkan kedua belah pihak berkomitmen pada keterlibatan yang konstruktif.

  • Peringatan Keras: Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan tajam bahwa “hal buruk” bisa terjadi jika tidak ada kemajuan berarti dalam perundingan ini. Ancaman eskalasi inilah yang masih menjadi risiko utama di benak pasar.

📉 Skenario Harga: Akankah Premi Risiko US$10 Menguap?

Menurut analisis dari ING, hasil dari pertemuan Jenewa ini akan menjadi penentu arah harga minyak selanjutnya:

  1. Skenario Resolusi: Jika kesepakatan konstruktif tercapai, pasar berpotensi melepas premi risiko geopolitik hingga US$10 per barel secara bertahap (harga bisa terkoreksi turun).

  2. Skenario Deadlock: Jika pembicaraan gagal, risiko lonjakan harga tetap terbuka lebar, meskipun reaksi pasar mungkin tertahan hingga ada kejelasan mengenai skala tindakan AS selanjutnya terhadap Iran.

⚖️ Fundamental Mulai Mengintip: Fokus ke OPEC+

Di luar drama geopolitik, faktor fundamental perlahan mulai menuntut perhatian.

  • Iran adalah produsen vital di OPEC, dan segala bentuk gangguan pasokan (terutama di Selat Hormuz) akan dengan cepat mengerek harga.

  • Namun, jika tensi berhasil mereda, sentimen “fundamental yang lebih lemah” bisa kembali mendominasi pasar. Terlebih lagi, akhir pekan ini OPEC+ diperkirakan akan membahas rencana kelanjutan kenaikan pasokan yang akan dimulai pada bulan April.


🔗 Profil Perusahaan

🔗 Ilustrasi Transaksi

🔗 Hubungi Kami

🔗 Legalitas Perusahaan

By ewfmnd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *