Bos Mansek Ungkap Isu MSCI Gak Bikin IPO Garapannya Mundur

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bos Mansek Ungkap Isu MSCI Gak Bikin IPO Garapannya Mundur yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Penurunan imbal hasil obligasi (bond yield) ke kisaran 6% membuat instrumen saham, khususnya saham perbankan melalui potensi imbal hasil lebih tinggi, menjadi semakin menarik.

Baca: Chandra Asri (TPIA) Ungkap Strategi Bisnis Tahun 2026

Menurutnya, bagi manajer investasi, pilihan antara menempatkan dana di obligasi dengan yield sekitar 6% atau di saham

dengan potensi imbal hasil sekitar 9% menjadi pertimbangan penting.

Menurutnya, reformasi pasar yang tengah berjalan justru diyakini akan membuat pasar modal Indonesia semakin kuat dan menarik bagi investor.

Jumlah pipeline IPO tahun ini pun justru lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

“Jadi, bahkan setelah kondisi MSCI hingga Moody’s ini, tidak ada satu pun dari calon emiten yang kita kerjakan itu yang hold atau mungkin mundur (dari IPO),” jelas Oki dalam buka puasa bersama, di Jakarta, Rabu, (25/2/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Grab Kembali Borong Saham Super Bank (SUPA), Ada Apa?

Ia bahkan menyebut kualitas calon emiten dalam antrean IPO tersebut sangat baik.

Lebih lanjut, ia memandang tahun ini sebagai tahun transisi bagi pasar IPO.

Dengan aturan dan struktur yang semakin jelas, portofolio investor institusi dinilai akan semakin besar dialokasikan ke pasar domestik.

“Semakin banyak, semakin besar (aset calon emitennya), itu semakin banyak investor institusi yang bisa masuk.

Kondisi ini mendorong terjadinya peralihan dana dari instrumen pendapatan tetap ke ekuitas.

Ia menambahkan, masih terdapat peluang penurunan suku bunga sebesar 25 hingga 50 basis poin yang dapat semakin memperkuat momentum tersebut.

Setelah mencatat kontraksi pertumbuhan sekitar 12% pada tahun lalu, ia memperkirakan tahun ini banyak perusahaan akan kembali membukukan pertumbuhan positif.

Mandiri Sekuritas memproyeksikan IHSG dapat mencapai 9.350 apabila bullish dan 7.670 apabila bearish.

Beberapa sektor melalui proyeksi pertumbuhan yang cukup baik, adalah: komoditas, telekomunikasi, internet/digital, konsumer, ritel, transportasi, dan bahan bangunan.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260223132539-19-713065/video-bei-bocorkan-ada-8-perusahaan-antre-ipo-5-perusahaan-jumbo”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/713065?comscore=off”,”time”:68,”title”:”Video: BEI Bocorkan Ada 8 Perusahaan Antre IPO, 5 Perusahaan Jumbo”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/23/bei-bocorkan-ada-8-perusahaan-antre-ipo-5-perusahaan-jumbo-1771829158946_169.png”}]’); Next Article Bos Bursa Bidik IPO Jumbo, Kapitalisasi Pasar di Atas Rp3 Triliun

Menurutnya, kondisi tersebut akan membuat struktur pasar menjadi lebih baik dan berkualitas.

Oki menilai pipeline IPO yang sedang digarap saat ini tergolong sangat sehat untuk direalisasikan tahun ini.

Karena itu, ia menyebut tahun ini sebagai fase reset di mana dana pensiun dan investor institusi mulai melakukan switching portofolio demi mendapatkan imbal hasil optimal.

Di sisi lain, Oki melihat kinerja korporasi yang sebelumnya tertekan mulai menunjukkan pemulihan.

Dampak dari hal tersebut adalah sulit masuk ke IPO berukuran kecil.

Ia menambahkan, dengan threshold yang lebih tinggi serta didukung fundamental dan cerita pertumbuhan (growth story) yang kuat, baik investor domestik maupun asing akan lebih tertarik untuk masuk. akibat Faktor skala aset membuat banyak institusi memiliki batas minimal investasi

Faktor penyebabnya adalah keterbatasan partisipasi investor institusi domestik. yang mengakibatkan Jadi, kalau semakin besar, yang institusi akan jauh lebih investasi untuk masuk,” jelas Oki.

Sebaliknya, IPO dengan ukuran terlalu kecil justru dinilai lebih menantang

Bos Mansek Ungkap Isu MSCI Gak Bikin IPO Garapannya Mundur Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 714065, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260226100821-17-714065/bos-mansek-ungkap-isu-msci-gak-bikin-ipo-garapannya-mundur’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 26 February 2026 11:05 Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Mandiri Sekuritas Indonesia (Mansek) mengungkap bahwa tidak ada calon emiten di pipeline Initial Public Offeringnya (IPO) yang mundur meski terjadi volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat isu MSCI.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana mengatakan, saat ini, anggota bursa tersebut masih memiliki lebih dari enam perusahaan dalam pipeline IPO tahun ini.

Analisis mendalam tentang Bos Mansek Ungkap Isu MSCI Gak Bikin IPO Garapannya Mundur akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *