Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Lakukan Transformasi Berkelanjutan, BNI Catat Fundamental Solid yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Pencapaian PPOP ini merupakan tertinggi dibandingkan melalui tiga kuartal sebelumnya.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Framework Sustainability Bond BNI juga memperoleh Second Party Opinion (SPO) dari Sustainalytics melalui hasil credible and impactful, yang menegaskan kualitas dan dampak pembiayaan keberlanjutan BNI sesuai standar nasional maupun internasional.
Selain itu, sebagai bentuk dukungan terhadap target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission 2060, BNI juga memperkuat komitmen keberlanjutan melalui penerbitan Green Bond senilai Rp5 triliun yang dialokasikan untuk mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial, serta penyaluran Sustainability Linked Loan (SLL) kepada perusahaan yang telah menunjukkan peningkatan kinerja keberlanjutan.
Selain pembiayaan, BNI juga meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit sebagai panduan transisi bagi debitur, sekaligus menjadikan BNI sebagai bank pertama di Indonesia yang menyusun dan memperkenalkan playbook tersebut.
Sebagai pionir green banking dan agent of development, BNI mengintegrasikan prinsip keuangan berkelanjutan ke dalam nilai perusahaan, budaya kerja, strategi bisnis, dan kebijakan operasional, sekaligus berperan aktif dalam mendorong transisi hijau nasional melalui pemanfaatan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).
Baca: Pembiayaan Berkelanjutan BNI Dominasi 22%, Capai Rp197 T (rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260203125110-19-707720/video-akhir-2025-bni-cetak-laba-bersih-rp-2004-triliun”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/707720?comscore=off”,”time”:75,”title”:”Video: Akhir 2025, BNI Cetak Laba Bersih Rp 20,04 Triliun”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/03/akhir-2025-bni-cetak-laba-bersih-rp-2004-t-1770101929972_169.png”}]’); Next Article Sherly Tjoanda Bicara Soal Ekonomi dan Lahan Tidur, Ungkap Fakta Ini
Dampak dari hal tersebut adalah proses operasional program berjalan lebih efisien, transparan, dan terintegrasi.
Sementara itu, pada Program Sekolah Rakyat, BNI menjalankan peran strategis sebagai bank yang menyediakan layanan perbankan digital untuk pengelolaan sekolah, termasuk pembukaan rekening bagi siswa dan tenaga pendidik serta penguatan ekosistem keuangan berbasis Agen46. akibat Pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) misalnya, BNI berperan dalam penyaluran pembiayaan sekaligus mendukung digitalisasi transaksi melalui pemanfaatan layanan Virtual Account dan BNIdirect,
Namun BNI mampu menjaga pertumbuhan yang sehat melalui fokus pada pendanaan yang kuat, disiplin risiko, serta ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif,” ujar Putrama dikutip Sabtu (13/2/2026).
Dia menegaskan, transformasi BNI tidak hanya berfokus pada penguatan teknologi, tetapi juga mencakup penguatan organisasi dan peningkatan produktivitas secara menyeluruh.
Sejalan melalui program prioritas pemerintah dan Asta Cita, BNI berkontribusi aktif pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, penguatan ekonomi desa, serta sektor riil yang menjadi pendorong penciptaan lapangan kerja dan pembangunan daerah.
Peran tersebut dijalankan melalui pembiayaan yang terarah, penguatan layanan keuangan, serta pemanfaatan digitalisasi untuk memastikan implementasi kebijakan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Sepanjang 2025, BNIdirect mencatat pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi lebih dari 25% YoY, yang berkontribusi langsung terhadap penguatan dana giro korporasi.
Di sisi internasional, BNI memperkuat perannya sebagai orkestrator bisnis Indonesia ke pasar global melalui jaringan internasional di delapan pusat keuangan dunia, serta kemitraan strategis melalui lebih dari 1.300 bank koresponden di 90 negara yang mencakup 16 mata uang.
Akselerator Pembangunan Nasional
BNI juga menegaskan perannya sebagai bank nasional berkapabilitas global sekaligus instrumen negara dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Selain itu, BNI juga menyempurnakan platform BNIdirect yang mencakup layanan Cash Management, Trade Finance, Bank Guarantee, dan Supply Chain Financing untuk segmen korporasi dan bisnis.
Sepanjang 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp197 triliun atau setara 22% dari total kredit BNI.
Pembiayaan tersebut disalurkan ke berbagai sektor, antara lain energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan, pengelolaan air dan limbah, serta segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ke depan, BNI akan terus memperluas pembiayaan pada sektor-sektor prioritas hijau, termasuk energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi fondasi strategi bisnis BNI dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar David.
Inisiatif keuangan berkelanjutan, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi jangka panjang BNI.
Komitmen tersebut tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 melalui peringkat idAAA.
BNI juga mendorong pembangunan desa, koperasi, dan UMKM melalui pembiayaan untuk pengembangan Koperasi Kecamatan/Kelurahan Desa Merah Putih (KDKMP) yang terintegrasi melalui jaringan Agen46, serta memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran KPR FLPP.
Adapun terkait penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Kementerian Keuangan, BNI menyalurkan ke sektor-sektor produktif dengan tetap mengedepankan kehati-hatian.
Meski menghadapi tekanan eksternal tersebut, BNI mampu menjaga pertumbuhan kredit yang solid dan seimbang secara konsolidasi, memperkuat struktur pendanaan, serta mencatatkan perbaikan kualitas aset yang konsisten.
Hingga akhir 2025, BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,9% secara tahunan (Year on Year/YoY), didukung oleh ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif.
Pemanfaatan data analytics dan early warning system menjadi kunci untuk menjaga kualitas aset tetap terkendali,” jelas Paolo.
Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang solid, serta kualitas aset yang membaik, BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,0 triliun sepanjang 2025.
Komitmen Keberlanjutan
Sementara itu, Direktur Risk Management BNI David Pirzada menyampaikan, BNI secara konsisten mengimplementasikan langkah-langkah strategis di seluruh aspek operasional dan pembiayaan guna memperkuat praktik keberlanjutan.
Hingga akhir 2025, jumlah pengguna wondr by BNI melampaui 12 juta pengguna, melalui tingkat keaktifan transaksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan platform sebelumnya.
Peningkatan engagement nasabah ini turut berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA.
BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,9% YoY sepanjang 2025, mencerminkan kinerja intermediasi yang tetap solid di tengah tantangan ekonomi global.
“Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global,” ujar Paolo.
Paolo menambahkan, pengelolaan neraca BNI sepanjang 2025 difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan permodalan yang kuat.
Dampak dari hal tersebut adalah memberikan ruang yang memadai bagi BNI dalam mendukung ekspansi bisnis ke depannya serta mengantisipasi risiko.
Momentum akselerasi bisnis terlihat terutama di kuartal IV tahun 2025, di mana BNI berhasil membukukan Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) Rp9,4 triliun. akibat Struktur pendanaan yang sehat tersebut menopang pengelolaan likuiditas secara optimal.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,7%, jauh di atas ketentuan regulator,
Fokus utama diarahkan pada penguatan pendanaan berbasis CASA.
Hingga akhir 2025, pertumbuhan kredit sebesar 15,9% YoY sepenuhnya didanai oleh dana murah melalui pertumbuhan CASA sebesar 28,9% YoY, ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 43,8% YoY dan tabungan yang mencatat pertumbuhan 11,2% YoY.
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menutup 2025 melalui kinerja fundamental keuangan yang solid di tengah penyesuaian arah kebijakan moneter global dan meningkatnya volatilitas ekonomi.
Sinergi kami dalam berbagai program prioritas pemerintah kami jalankan melalui pendekatan yang prudent, berbasis ekosistem, dan berorientasi pada penguatan fundamental ekonomi jangka panjang,” tegas Putrama.
Kinerja Tumbuh Positif dan Berimbang
Direktur Finance and Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan, kinerja intermediasi BNI tumbuh positif dan berimbang secara keseluruhan.
Akselerasi PPOP di kuartal IV ini didukung pertumbuhan net interest income (NII) dan fee based income (FBI).
Secara kumulatif 2025, NII dibukukan sebesar Rp40,3 triliun, melalui loan yield yang tertekan sebagai dampak penurunan suku bunga acuan, sementara pendapatan non bunga tumbuh 5,2% YoY menjadi Rp24,6 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi melalui digital channel, treasury, trade finance, serta peningkatan produktivitas cabang.
Dari sisi kualitas aset, BNI mencatatkan perbaikan berkelanjutan yang tercermin dari penurunan rasio non-performing loan (NPL) dan Loan at Risk (LaR).
Misalnya sektor pengolahan, perdagangan, konstruksi, pertanian, kehutanan, perikanan, dan lainnya.
“Sebagai bank milik negara, BNI memposisikan diri tidak hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi agenda pembangunan nasional.
Dampak dari hal tersebut adalah menopang efisiensi biaya dana di tengah dinamika pasar.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
“Sepanjang 2025 kami menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan, mulai dari volatilitas global hingga penyesuaian suku bunga. akibat Pertumbuhan tersebut ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin kuat, tercermin dari struktur pendanaan berbasis dana murah (CASA) yang semakin solid,
Upaya tersebut dijalankan melalui peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, optimalisasi jaringan kantor dan pemanfaatan data analytics, serta penguatan platform digital guna meningkatkan kualitas layanan dan customer experience secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari ekosistem perbankan nasional, BNI juga secara aktif mencermati perkembangan makroekonomi serta menerapkan langkah mitigasi yang terukur untuk memastikan kebijakan strategis berjalan optimal dan mendukung kesinambungan pertumbuhan jangka panjang.
Dalam kerangka strategi transformasi digital, BNI terus mengembangkan wondr by BNI sebagai personal transaction platform.
Lakukan Transformasi Berkelanjutan, BNI Catat Fundamental Solid Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 711236, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260214161049-17-711236/lakukan-transformasi-berkelanjutan-bni-catat-fundamental-solid’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Khoirul Anam, CNBC Indonesia 14 February 2026 17:37 Foto: Sejumlah pengunjung memenuhi area stand booth Bank BNI dalam acara LPS Financial Festival 2025 di Regale International Convention Center, Medan, Sumatera Utara, Rabu (20/8/2025).
NPL bruto tercatat sebesar 1,9% atau membaik 10bps YoY, sementara Loan at Risk (LaR) 8,5% atau membaik 1,8% YoY, mencerminkan penurunan eksposur risiko kredit secara menyeluruh dan sudah kembali ke kondisi sebelum pandemi.
Di sisi lain, NPL coverage ratio mencapai 205,5% dan LaR coverage ratio mencapai 46,9%, menunjukkan tingkat pencadangan yang kuat dan prudent dalam mengantisipasi potensi tekanan risiko ke depan.
“Kami terus memperkuat proses underwriting, pemantauan portofolio secara granular, serta penanganan kredit bermasalah secara dini.
Analisis mendalam tentang Lakukan Transformasi Berkelanjutan, BNI Catat Fundamental Solid akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “Lakukan Transformasi Berkelanjutan, BNI Catat Fundamental Solid”.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
