Kelas Menengah Anjlok, Bisnis Bank Kena Imbas

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kelas Menengah Anjlok, Bisnis Bank Kena Imbas yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Economic Outlook 2026 Kelas Menengah Anjlok, Bisnis Bank Kena Imbas Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 710211, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260211135359-17-710211/kelas-menengah-anjlok-bisnis-bank-kena-imbas’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 11 February 2026 14:01 Foto: Vice President of Macroeconomic and Financial Market Research Department, Office of Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Dian Ayu Yustina saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema β€œConsolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Begitupun melalui segmen kredit, khususnya kredit konsumer.

Seperti diketahui, pertumbuhan kredit consumer di Indonesia melambat dan hanya tercatat tumbuh 6,58%.

“Tekanan juga datang dari melemahnya kelas menengah.

Kondisi ini menekan daya beli dan permintaan kredit konsumsi,” ujarnya alam acara CNBCIndonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Selain itu, pemulihan pasar tenaga kerja dinilai belum ideal.

Sektor yang pulih lebih cepat bersifat capital intensive, sementara sektor labor intensive tertinggal.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Vice President of Macroeconomic and Financial Market Research Department Office of Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Dian Ayu Yustina buka-bukaan soal pertumbuhan kredit di 2025 yang gagal mencapai double digit.

Ia mengatakan, hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan, mengingat pemulihan sektoral masih belum seimbang.

Hal ini turut membatasi ekspansi kredit di segmen menengah ke bawah.

Di sisi lain, kendati demikian Dian menegaskan likuiditas saat ini tetap dijaga secara prudent.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan proporsi kelas menengah turun menjadi sekitar 16% dari sebelumnya 20% sebelum pandemi.

Kualitas pekerjaan yang tercipta pun cenderung low-skilled, melalui porsi pekerja informal masih besar.

Perbankan bersikap selektif dalam menyalurkan kredit, terutama pada segmen-segmen yang kualitas kreditnya dinilai belum kuat, meski rasio kredit bermasalah (NPL) secara agregat masih terkendali.

Baca: Kemenkeu, BI, OJK, LPS & Danantara Blak-Blakan Soal Nasib Ekonomi RI (dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20251222151604-19-696329/video-siasat-pengusaha-es-krim-agar-lebih-cuan-efisien-hadapi-2026″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/696329?comscore=off”,”time”:411,”title”:”Video: Siasat Pengusaha Es Krim Agar Lebih Cuan & Efisien Hadapi 2026″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2025/12/22/siasat-pengusaha-es-krim-agar-lebih-cuan-efisien-hadapi-2026-1766392535519_169.png”}]’); Next Article Alasan Kredit Bank Masih Loyo: Pengusaha Wait & See dan Bunga Tinggi

Analisis mendalam tentang Kelas Menengah Anjlok, Bisnis Bank Kena Imbas akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “Kelas Menengah Anjlok, Bisnis Bank Kena Imbas”.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *