Dunia Darurat, Arab-Irak-UAE-Kuwait Pangkas Produksi 6,7 Juta Barel

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dunia Darurat, Arab-Irak-UAE-Kuwait Pangkas Produksi 6,7 Juta Barel yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Uni Emirat Arab menurunkan output sekitar 500.000 hingga 800.000 barel per hari, sementara Kuwait memangkas sekitar 500.000 barel per hari dan Irak sekitar 2,9 juta barel per hari.

Nasser menambahkan gangguan tersebut memicu reaksi berantai di berbagai sektor mulai dari pengiriman dan asuransi hingga industri penerbangan, pertanian, serta otomotif.

Namun harga kembali turun setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang tersebut kemungkinan akan segera berakhir.

Secara rinci, Arab Saudi memangkas produksi sekitar 2 juta hingga 2,5 juta barel per hari.

Karena itu, kelancaran pengiriman melalui Selat Hormuz menjadi sangat krusial bagi stabilitas pasar energi global.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260309124522-19-717279/video-produksi-minyak-teluk-turun-qatar-ramal-harga-capai-usd-150″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/717279?comscore=off”,”time”:71,”title”:”Video: Produksi Minyak Teluk Turun, Qatar Ramal Harga Capai USD 150″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/09/produksi-minyak-teluk-turun-qatar-ramal-harga-capai-usd-150-1773036987050_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Dunia Stabil, OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi

Pernyataan itu disampaikan saat paparan kinerja perusahaan kepada investor.

Menurutnya, pemangkasan produksi oleh empat negara tersebut merupakan respons pasokan paling nyata sejak perang dimulai.

Dampak dari hal tersebut adalah tangki penyimpanan minyak mulai penuh dan produksi terpaksa dikurangi. akibat Langkah ini diambil di tengah perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang telah memasuki minggu kedua.

Melansir The Edge Malaysia, konflik tersebut menyebabkan jalur ekspor utama kawasan itu praktis tertutup

Situasi ini juga memicu gangguan besar pada rantai pasok energi global.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Emiten Hotel Fitra (FITT) Batal Akuisisi Poseidon Shipping

CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan krisis kali ini merupakan yang terbesar yang pernah dihadapi industri minyak dan gas di kawasan tersebut.

Secara keseluruhan, produksi gabungan mereka telah berkurang hingga sepertiga dari level sebelumnya.

Kekacauan dan penghentian aktivitas ekspor sempat mendorong harga minyak mendekati US$120 per barel pada Senin.

Ia memperingatkan konsekuensi bagi pasar minyak global dan ekonomi dunia akan semakin besar jika gangguan ini berlangsung lebih lama.

Dalam panggilan tersebut, Nasser menolak memberikan komentar langsung terkait tingkat produksi terbaru perusahaannya.

Meski demikian, data menunjukkan pemangkasan terbesar secara proporsional terjadi di Irak yang mencapai hampir 60%.

Sementara itu, pemotongan produksi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait masing-masing setara sekitar 20% hingga 25% dari level produksi Februari lalu.

REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi/Foto Arsip

Jakarta, CNBC Indonesia – Empat raksasa minyak di kawasan Timur Tengah yakni Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait memangkas produksi minyak mereka secara kolektif hingga 6,7 juta barel per hari.

Internasional Dunia Darurat, Arab-Irak-UAE-Kuwait Pangkas Produksi 6,7 Juta Barel Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 717785, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260310165518-17-717785/dunia-darurat-arab-irak-uae-kuwait-pangkas-produksi-67-juta-barel’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 10 March 2026 17:01 Foto: Ilustrasi kilang minyak, dan peta yang menunjukkan Selat Hormuz dan Iran tampak dalam ilustrasi ini yang diambil pada 2 Maret 2026.

Data tersebut dihimpun oleh Bloomberg berdasarkan sumber yang mengetahui kebijakan produksi negara-negara tersebut.

Nasser juga menyoroti bahwa persediaan minyak global saat ini sudah berada di titik terendah dalam lima tahun terakhir.

Dengan krisis geopolitik yang berlangsung, cadangan tersebut diperkirakan akan terus terkuras lebih cepat.

Ia menegaskan sebagian besar kapasitas cadangan produksi minyak dunia berada di kawasan Timur Tengah.

Analisis mendalam tentang Dunia Darurat, Arab-Irak-UAE-Kuwait Pangkas Produksi 6,7 Juta Barel akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *