[10 Maret 2026] | Sumber: News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Halo Gold Traders! Awal pekan ini memberikan pukulan keras bagi kubu bullish emas. Pada perdagangan Senin (9/3), harga emas harus rela terperosok lebih dari 1%. Tekanan hebat datang dari Dolar AS yang makin perkasa dan melambungnya ekspektasi suku bunga akibat ketakutan inflasi global.

  • Emas Spot: Anjlok 1,5% ke level US$5.091,62 per troy ounce.

  • Emas Berjangka (Kontrak April): Ditutup melemah 1,1% di US$5.103,70.

Mengapa kilau emas meredup di tengah maraknya konflik geopolitik? Berikut pemicu utamanya:

πŸ›’οΈ Minyak US$120 & Rantai “Maut” Inflasi

Akar masalahnya ada di pasar energi. Konflik Timur Tengah yang berkepanjangan secara efektif telah menutup aktivitas Selat Hormuzβ€”jalur vital bagi 20% perdagangan minyak global dan LNG. Akibatnya, harga minyak kini melesat mendekati US$120 per barel.

Lonjakan energi ini sukses membangunkan kembali “hantu” inflasi. Ketika pasar yakin inflasi AS akan kembali memanas, ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga tinggi lebih lama pun langsung menguat.

  • Hukum Pasar: Suku bunga tinggi adalah musuh utama emas. Karena emas merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding), biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang aset ini menjadi sangat mahal di mata investor.

πŸ’΅ Dolar Jadi Raja Likuiditas

Kepanikan akibat ancaman perang yang meluas justru membuat investor berbondong-bondong memburu Dolar AS demi mendapatkan likuiditas. Penguatan Greenback ini otomatis membuat emas menjadi jauh lebih mahal bagi pemegang mata uang asing, sehingga menekan daya tariknya.

Meski begitu, analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, memberikan sedikit angin segar: jika konflik ini terus berlanjut dalam jangka panjang, permintaan akan aset aman pada akhirnya bisa membantu membentuk “lantai” (support bawah) yang solid untuk harga emas.

πŸ“… Waspada! Data Penentu Nasib Emas Pekan Ini

Fokus seluruh pelaku pasar sekarang tertuju pada rilis data inflasi krusial dari Amerika Serikat:

  1. Rabu: Data Indeks Harga Konsumen (CPI) Februari.

  2. Jumat: Data Personal Consumption Expenditures (PCE).

Peringatan: Jika angka inflasi ini dirilis lebih “panas” dari perkiraan, The Fed (yang dijadwalkan rapat pada 17–18 Maret) akan berada di posisi yang sangat sulit. Skenario tersebut bisa menjadi pemicu penurunan lanjutan pada harga emas!

πŸ“Š Update Pasar Logam Lainnya:

  • Perak (Spot): Turun 0,2% ke US$84,18/ons.

  • Platinum: Naik 1,1% ke US$2.158,02/ons.

  • Palladium: Melesat 2,4% ke US$1.663,79/ons.


πŸ”— Profil Perusahaan

πŸ”— Ilustrasi Transaksi

πŸ”— Hubungi Kami

πŸ”— Legalitas Perusahaan

By ewfmnd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *