Penjualan ritel AS mengalami stagnasi pada bulan April setelah revisi penurunan kenaikan pada dua bulan sebelumnya, yang mengindikasikan tingginya biaya pinjaman dan meningkatnya utang mendorong kehati-hatian yang lebih besar di kalangan pembeli.
Nilai pembelian ritel, yang tidak disesuaikan dengan inflasi, sedikit berubah dari bulan sebelumnya setelah revisi kenaikan 0,6% di bulan Maret, data Departemen Perdagangan menunjukkan pada hari Rabu (15/5). Sebagian besar pengeluaran pada bulan tersebut ditujukan untuk kebutuhan pokok, seperti makanan dan bensin.
Perkiraan median dalam survei ekonom Bloomberg memperkirakan kenaikan sebesar 0,4%. Tidak termasuk mobil dan bensin, penjualan turun 0,1%.
Tujuh dari 13 kategori mencatat penurunan penjualan, dipimpin oleh penurunan penjualan pada pengecer non-toko serta pedagang perlengkapan olahraga dan hobi. Penerimaan di SPBU naik 3,1% karena kenaikan harga, sementara penjualan mobil menurun.
Angka penjualan tersebut menunjukkan melemahnya permintaan konsumen yang telah memperkuat perekonomian. Meskipun pasar tenaga kerja yang masih sehat menyediakan cukup dana untuk belanja, kenaikan harga dan suku bunga berisiko semakin menekan keuangan rumah tangga dan membatasi pembelian diskresi.(mrv)
Sumber : Bloomberg
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
